IHSG Tergelincir ke Zona Merah, Saham Big Caps Seret Indeks

Share

Katanews.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,32% ke level 7.106,52 pada perdagangan Senin (27/4/2026), setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi. Tekanan dari saham berkapitalisasi besar (big caps) serta sentimen global menjadi pemicu utama pelemahan indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak dalam rentang 7.230,03 hingga menyentuh level terendah di 7.106,52 menjelang penutupan perdagangan sesi II. Pelemahan terjadi secara bertahap seiring meningkatnya aksi jual di sejumlah saham unggulan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,57 triliun dengan volume perdagangan 33,17 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,2 juta kali. Meski demikian, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak, yakni 408 saham, dibandingkan 264 saham yang melemah, sementara 147 saham stagnan.

Secara sektoral, tekanan terbesar datang dari sektor energi, perindustrian, dan keuangan yang masing-masing terkoreksi hingga 1,2%, 1,1%, dan 0,01%.

Pelemahan IHSG terutama dipicu penurunan tajam sejumlah saham big caps. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 8,66%, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 4,17%, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melemah 3,69%.

Selain itu, saham-saham perbankan besar turut menjadi pemberat indeks, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Data menunjukkan, kontribusi terbesar terhadap pelemahan IHSG berasal dari DSSA yang mengurangi 15,5 poin indeks, disusul PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 8,01 poin, serta BMRI dan BBCA masing-masing sebesar 7,85 poin dan 7,05 poin.

Di jajaran saham LQ45, tekanan juga terjadi pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang turun 3,81%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 3,61%, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi 3,49%.

Saham lainnya yang turut menekan indeks di antaranya PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun 3,29%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah 2,59%, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang terkoreksi 2,35%.

Dari sisi eksternal, tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan Bloomberg News menyebutkan bahwa upaya diplomasi kedua negara mengalami kebuntuan, sehingga meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar global.

Sementara itu, dari sisi teknikal, analis Phintraco Sekuritas mencatat IHSG membentuk pola death cross, dengan indikator stochastic RSI berada di area pivot menuju oversold, yang mengindikasikan potensi tekanan lanjutan dalam jangka pendek. (Las)

Terbaru