Eksplorasi Migas Natuna Dimulai 2026, Pertamina Optimistis Temukan Cadangan Baru

Share

Katanews.com, JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi menargetkan mulai melakukan pengeboran sumur eksplorasi di kawasan Natuna dan sejumlah blok minyak dan gas bumi (migas) lainnya pada 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk mencari cadangan migas baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengatakan eksplorasi di wilayah frontier atau cekungan baru akan menjadi fokus utama perusahaan setelah memperoleh blok eksplorasi baru sejak 2023.

“Insya Allah tahun ini kami mulai pengeboran di daerah Natuna dan beberapa blok lainnya,” ujar Awang dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Menurut Awang, selama bertahun-tahun PHE lebih banyak mengelola lapangan migas tua yang secara alami mengalami penurunan produksi. Karena itu, ekspansi ke wilayah frontier dinilai menjadi langkah penting untuk membuka potensi cadangan baru migas Indonesia.

Eksplorasi di kawasan Natuna disebut memiliki nilai strategis karena wilayah tersebut selama ini dikenal menyimpan potensi sumber daya migas besar yang belum tergarap optimal. PHE pun berharap pengeboran perdana di blok frontier dapat menghasilkan giant discovery atau temuan migas raksasa.

“Mohon doanya kami bisa menemukan giant discovery,” katanya.

Temuan cadangan besar diyakini dapat menjadi titik balik bagi peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah dari sumur-sumur tua.

Selain fokus pada eksplorasi baru, PHE juga mengklaim berhasil menekan laju penurunan produksi migas secara signifikan. Jika sebelumnya natural decline diperkirakan mencapai 24 persen, kini mampu ditekan hingga sekitar 2 persen.

“Artinya kami bisa meminimalkan natural decline dari yang seharusnya 24 persen menjadi 2 persen,” ujar Awang.

Hingga April 2026, produksi migas PHE tercatat mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Produksi tersebut terdiri atas minyak domestik sebesar 367 ribu barel per hari (BOPD) dan kontribusi internasional sebesar 109 ribu BOPD.

Sementara itu, produksi gas mencapai 2.722 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), dengan rincian kontribusi domestik sebesar 2.385 MMSCFD dan internasional 337 MMSCFD.

Langkah agresif eksplorasi migas di Natuna dan wilayah frontier lainnya dinilai menjadi sinyal bahwa Pertamina mulai memasuki fase baru pengembangan energi nasional, dari sekadar mempertahankan produksi menuju pencarian sumber cadangan strategis jangka panjang. (Ani)

Terbaru