Katanews.com, SUKABUMI — Pengembangan tembakau Gegerbitung Sukabumi mulai diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi daun, tetapi juga penguatan perbenihan. Strategi ini dinilai penting untuk membangun rantai usaha tani yang lebih kuat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Saat ini, luas pertanaman tembakau di Kecamatan Gegerbitung mencapai sekitar 50 hektare. Potensi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertanian untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan tembakau daerah.
Pengembangan itu ditandai Gerakan Panen Tembakau dan Rapat Koordinasi Dukungan Sarana dan Prasarana Usaha Tani Tembakau di Kelompok Tani Rimba Jaya, Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, Kamis (17/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan penguatan komoditas harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Karena itu, peningkatan produksi perlu dibarengi sarana usaha tani, kapasitas petani dan ketersediaan benih.
“Yang kita dorong bukan hanya produksi. Ada perluasan areal, penguatan usaha tani, sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas petani, serta pengembangan benih,” ujar Aep.
Benih Tembakau Jadi Strategi Baru
Salah satu pola yang dikembangkan di Gegerbitung adalah membiarkan sebagian tanaman tembakau tumbuh hingga berbunga untuk menghasilkan benih.
Langkah tersebut membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha tidak hanya dari hasil panen daun, tetapi juga dari sektor perbenihan.
Aep menilai ketersediaan benih merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan tembakau. Produksi benih di tingkat petani juga dapat memperkuat mata rantai usaha tani.
“Perbenihan juga penting. Kita ingin pengembangan tembakau memiliki mata rantai yang lebih kuat, termasuk dari sisi penyediaan benih,” katanya.
DBHCHT Dukung Sarana Usaha Tani
Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mendukung sarana dan prasarana usaha tani tembakau.
Dukungan tersebut diarahkan pada areal sekitar 20 hektare. Pemerintah berharap bantuan sarana produksi tidak berhenti sebagai program pendukung panen, tetapi berdampak terhadap efisiensi dan produktivitas petani.
“Dukungan yang diberikan harus memberikan dampak terhadap usaha tani. Kita ingin petani semakin kuat, produktivitas meningkat, dan pengembangan tembakau dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Aep.
Penguatan tersebut juga mencakup pendampingan penyuluh pertanian dan petugas teknis untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus mengevaluasi hasil pengembangan komoditas.
Dengan luas pertanaman sekitar 50 hektare, tembakau Gegerbitung Sukabumi memiliki ruang untuk terus dikembangkan. Namun, arah pengembangannya tidak semata mengejar perluasan lahan, melainkan memperkuat seluruh mata rantai produksi, termasuk benih dan kapasitas petani.
Aep berharap pengembangan kawasan tembakau memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
“Kita berharap Gegerbitung terus berkembang menjadi salah satu kawasan tembakau di Kabupaten Sukabumi. Yang paling penting, pengembangannya memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (Adv, Zen)