Cadangan Beras RI Melimpah, Bulog Pastikan Pasokan Aman hingga Idulfitri

Share

Katanews.com, JAKARTA – Cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,9 juta ton hingga pertengahan Maret 2026. Angka tersebut menjadi stok beras tertinggi yang pernah tercatat pada bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan capaian itu menunjukkan kondisi cadangan pangan nasional dalam keadaan aman dan terkendali menjelang Idulfitri.

“Stok beras nasional sampai hari ini sudah mencapai 3,9 juta ton. Ini kondisi tertinggi di bulan Maret sepanjang Indonesia merdeka,” kata Rizal di Kompleks Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring meningkatnya penyerapan hasil panen dalam beberapa pekan ke depan.

Bulog memperkirakan stok beras nasional dapat menembus 4,2 hingga 4,3 juta ton pada akhir Maret 2026, seiring dengan masuknya produksi dari berbagai sentra pertanian di tanah air.

“Estimasi kami, pada akhir bulan Maret stok beras Indonesia bisa mencapai di atas 4,2 juta bahkan 4,3 juta ton,” ujarnya.

Target Serapan Beras 2026

Rizal menambahkan, Bulog menargetkan serapan beras sebesar 4 juta ton sepanjang 2026. Jika target tersebut tercapai, maka cadangan beras pemerintah diproyeksikan meningkat signifikan hingga akhir tahun.

“Dengan target serapan 4 juta ton pada 2026, stok beras pemerintah diperkirakan bisa mencapai lebih dari 5 juta ton di akhir tahun,” katanya.

Cadangan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, terutama dalam menghadapi momentum lonjakan permintaan pada periode hari besar keagamaan.

Gerakan Pangan Murah Digelar Nasional

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah bersama Perum Bulog juga menggencarkan program Gerakan Pangan Murah secara nasional.

Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idul Fitri.

Pelaksanaan program dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga unsur aparat keamanan.

“Gerakan Pangan Murah dilakukan secara nasional, melibatkan TNI, Polri, serta kementerian terkait,” kata Rizal.

Selain memberi stimulus harga bagi masyarakat, program tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus mencegah terjadinya panic buying.

“Tujuannya agar tidak terjadi pembelian berlebihan karena stok pangan kita aman dan terkendali,” ujarnya.

Polri Jamin Distribusi Pangan

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Dedi Prasetyo menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan nasional.

Polri, kata dia, siap mendukung distribusi pangan pemerintah melalui jaringan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami berkoordinasi dengan Bulog untuk mendistribusikan sekitar 80 ribu ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng setiap bulan,” ujar Dedi.

Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil serta harga bahan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.

Dukungan distribusi tersebut juga diharapkan mampu memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat hingga tingkat konsumen akhir, sekaligus mencegah distorsi pasar di berbagai daerah. (Las)

Terbaru