Digitalisasi PAUD Sukabumi Meluas, Disdik Dihadapkan pada Tantangan Kompetensi Guru

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Perluasan digitalisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menyasar pemerataan fasilitas pembelajaran. Sebanyak 193 lembaga PAUD di Wilayah I menerima dukungan sarana Papan Interaktif Digital (PID) dari program digitalisasi pendidikan.

Namun, penambahan perangkat digital tersebut menghadirkan tantangan lanjutan bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yakni memastikan kesiapan pendidik, keberlanjutan pemanfaatan teknologi, dan efektivitasnya dalam mendukung perkembangan anak.

Sosialisasi pengiriman bantuan Papan Interaktif Digital berlangsung di Gedung Koperasi Merah Putih, Desa Citepus, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan unsur pengelola PAUD, pengawas taman kanak-kanak (TK), penilik PAUD, organisasi pendidik, serta kepala sekolah.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran di satuan pendidikan penerima.

“Harapan kami, bantuan Papan Interaktif Digital ini dapat membantu dan mempermudah proses pembelajaran di lembaga yang Bapak dan Ibu pimpin,” ujar Cecep.

Digitalisasi PAUD Tak Cukup dengan Pengadaan Perangkat

Penyaluran PID menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sejak usia dini. Meski demikian, keberhasilan digitalisasi PAUD tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah perangkat yang didistribusikan.

Kesiapan guru dalam mengoperasikan dan mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar menjadi faktor penting agar bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi anak.

Cecep meminta pengelola satuan pendidikan menggunakan dan merawat perangkat secara optimal. Menurutnya, sarana digital harus dimanfaatkan untuk menunjang tumbuh kembang serta meningkatkan daya pikir anak melalui pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Mohon dipergunakan dan dirawat dengan baik untuk menunjang tumbuh kembang serta daya pikir anak melalui proses pembelajaran berbasis digital,” katanya.

Tantangan tersebut menjadi isu strategis dalam digitalisasi pendidikan di tingkat daerah. Tanpa dukungan peningkatan kompetensi pendidik, perangkat yang tersedia berisiko tidak dimanfaatkan secara maksimal atau hanya digunakan sebagai pelengkap kegiatan belajar.

Karena itu, distribusi perangkat perlu diikuti pendampingan teknis, penguatan kapasitas guru, serta evaluasi pemanfaatan sarana di masing-masing lembaga penerima.

Teknologi Harus Sesuai dengan Perkembangan Anak

Selain kesiapan pendidik, penggunaan teknologi pada jenjang PAUD perlu memperhatikan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Cecep menegaskan bahwa perangkat digital harus ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti interaksi langsung antara guru dan anak.

Materi yang disajikan melalui Papan Interaktif Digital juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini penting agar pemanfaatan teknologi tidak menggeser kegiatan bermain, interaksi sosial, komunikasi, dan pengalaman belajar langsung yang menjadi bagian penting pendidikan usia dini.

Dengan demikian, keberhasilan digitalisasi PAUD tidak cukup diukur dari tersedianya perangkat di ruang kelas. Kualitas penggunaan, kesesuaian materi, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran tetap menjadi aspek yang menentukan.

Pemerataan Fasilitas Jadi Agenda Berikutnya

Program bantuan Papan Interaktif Digital diharapkan memperkecil kesenjangan fasilitas pembelajaran antarsatuan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Namun, untuk memastikan tujuan tersebut tercapai, diperlukan pemantauan terhadap pemanfaatan perangkat setelah bantuan diterima. Perawatan, dukungan teknis, dan peningkatan kapasitas pendidik menjadi bagian dari keberlanjutan program digitalisasi pendidikan.

Sosialisasi di Citepus turut dihadiri jajaran Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal, kepala seksi PAUD, unsur sarana dan prasarana, pengawas TK, penilik PAUD, Forum Komunikasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), serta kepala sekolah PAUD dan TK.

Cecep menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Citepus yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ke depan, perluasan digitalisasi PAUD di Kabupaten Sukabumi membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada distribusi perangkat. Penguatan kompetensi guru, pemerataan dukungan infrastruktur, pemeliharaan sarana, dan evaluasi hasil pembelajaran menjadi langkah penting agar investasi teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi anak. (Adv, Ani)

Terbaru