Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Dorong Pertanian Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh pelaku pertanian untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui praktik pertanian yang ramah iklim dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan sektor pertanian memiliki hubungan yang sangat erat dengan lingkungan hidup. Ketersediaan air, kesuburan tanah, kualitas udara, hingga keberlangsungan keanekaragaman hayati menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim yang saat ini dirasakan di berbagai wilayah menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dilakukan secara bersama-sama.

“Atas nama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, kami mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Momentum ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada kelestarian lingkungan. Karena itu, menjaga alam berarti menjaga masa depan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat,” ujar Aep, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa petani merupakan salah satu kelompok yang paling merasakan dampak perubahan iklim. Pergeseran musim tanam, meningkatnya risiko kekeringan, banjir, hingga serangan organisme pengganggu tanaman menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus mendorong penerapan pertanian berkelanjutan melalui penggunaan pupuk organik, pengelolaan lahan yang bijaksana, konservasi sumber daya air, serta pengurangan pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertanian.

“Keadilan iklim harus diwujudkan melalui aksi nyata. Di sektor pertanian, langkah tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kesuburan tanah, melestarikan sumber mata air, mengurangi limbah pertanian, serta memanfaatkan teknologi yang mendukung pertanian ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu, Aep juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang berpotensi mencemari lahan pertanian dan saluran irigasi. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan kualitas hasil panen.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi juga mendukung berbagai program penghijauan dan pelestarian lingkungan yang sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim. Penanaman pohon, perlindungan kawasan resapan air, serta pemanfaatan lahan secara berkelanjutan menjadi bagian dari kontribusi sektor pertanian dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Aep menegaskan bahwa mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari komitmen menjaga lingkungan hidup. Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

“Mari jadikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap alam. Dengan menjaga lingkungan, kita tidak hanya melindungi sumber daya pertanian, tetapi juga mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan serta keadilan iklim yang berkelanjutan. (Adv, Ded)

Terbaru