Jasa Marga Catat 69 Persen Kendaraan Kembali ke Jakarta, Kepadatan Diprediksi Meningkat

Share

Katanews.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 2.357.203 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabodetabek selama periode arus balik Lebaran 2026, terhitung sejak H-10 hingga H+5 atau pada 11–26 Maret 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 69,45 persen dari total proyeksi arus balik yang diperkirakan mencapai 3,39 juta kendaraan hingga 31 Maret 2026.

Data itu merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa, GT Kalihurip Utama dari arah Bandung, GT Cikupa dari arah Merak, serta GT Ciawi dari arah Puncak.

Mayoritas kendaraan yang kembali ke Jabodetabek berasal dari arah timur, yakni mencapai 1.071.678 kendaraan atau 45,5 persen dari total volume. Disusul dari arah barat sebanyak 715.045 kendaraan atau 30,3 persen, dan dari arah selatan sebanyak 570.480 kendaraan atau 24,2 persen.

Dari arah Trans Jawa, kendaraan yang melintas melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 559.529 unit, meningkat 26,6 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sementara itu, dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat sebanyak 512.149 kendaraan atau naik 2,3 persen dari kondisi normal.

Secara keseluruhan, arus balik dari arah timur melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 1.071.678 kendaraan atau meningkat 13,7 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Adapun dari arah barat, kendaraan yang melintas melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 715.045 unit, turun 2,8 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, dari arah selatan melalui GT Ciawi tercatat sebanyak 570.480 kendaraan atau meningkat 1,9 persen.

Khusus pada H+5 Lebaran atau Kamis (26/3/2026), volume kendaraan yang kembali ke Jabodetabek mencapai 192.122 unit, meningkat signifikan sebesar 43,1 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 134.273 kendaraan.

Lonjakan tertinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan volume mencapai 68.244 kendaraan atau meningkat drastis sebesar 162,7 persen dari kondisi normal.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan bahwa potensi kepadatan arus balik tidak hanya dipengaruhi oleh peningkatan volume kendaraan, tetapi juga tingginya aktivitas pengguna di rest area.

Ia menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang, termasuk memanfaatkan rest area alternatif di luar ruas tol serta menggunakan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara waktu nyata.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan rest area alternatif di sepanjang ruas Tol Trans Jawa, mulai dari KM 444 ruas Semarang–Solo hingga KM 72 ruas Jakarta–Cikampek,” ujar Rivan.

Selain itu, pengguna jalan juga didorong untuk memanfaatkan program diskon tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group guna membantu mengurangi potensi kepadatan arus lalu lintas.

Jasa Marga turut mengingatkan pengemudi kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih agar mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Dalam aturan tersebut, pembatasan operasional kendaraan barang diberlakukan pada 13 hingga 29 Maret 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik. (Han)

Terbaru