Katanews.com, SUKABUMI — Pendapatan retribusi dari enam destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencapai Rp1,01 miliar hingga September 2026.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan pendapatan wisata Sukabumi. Bahkan, realisasi hingga September 2026 telah melampaui pendapatan retribusi yang dihimpun dalam satu tahun penuh pada lima tahun sebelumnya.
Namun, capaian tersebut belum membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi berhenti melakukan pembenahan. Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi justru mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, terutama menyangkut infrastruktur, aksesibilitas dan kualitas pelayanan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan realisasi retribusi hingga September 2026 mencapai Rp1.010.001.000 dari enam destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, sampai September 2026 pemasukan retribusi enam objek destinasi wisata sudah mencapai Rp1,01 miliar. Ini jauh melampaui pemasukan dalam tempo satu tahun di lima tahun sebelumnya,” ujar Ali, Jumat (2/10/2026).
Pendapatan Wisata Sukabumi Lampaui Lima Tahun Sebelumnya
Enam destinasi yang menjadi sumber retribusi tersebut adalah Pondok Halimun, Cinumpang, Geyser Cisolok, Curug Sodong, Curug Cikaso dan Pantai Minajaya.
Jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, realisasi hingga September 2026 menunjukkan capaian yang lebih tinggi.
Pada 2021, pendapatan retribusi tercatat Rp558 juta. Kemudian meningkat menjadi Rp735 juta pada 2022 dan Rp817 juta pada 2023.
Realisasi selanjutnya mencapai Rp729 juta pada 2024 dan Rp676 juta pada 2025.
Dengan realisasi Rp1,01 miliar sampai September 2026, pendapatan enam destinasi tersebut telah melewati seluruh capaian tahunan dalam periode 2021-2025.
Capaian itu menjadi modal bagi Dinas Pariwisata untuk mengejar tambahan pendapatan pada tiga bulan terakhir tahun ini.
Dinas Pariwisata Bidik Rp1,4 Miliar
Ali mengatakan masih terdapat Oktober, November dan Desember yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan retribusi wisata Sukabumi.
Periode libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru menjadi salah satu momentum yang diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
“Kami masih punya tiga bulan ke depan. Dengan menghadapi peak season dan high season Natal dan Tahun Baru, kami punya keyakinan dapat mencapai sekitar Rp1,4 miliar,” katanya.
Target Rp1,4 miliar tersebut masih berada di bawah target retribusi pariwisata Kabupaten Sukabumi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,6 miliar.
Jika target Rp1,4 miliar tercapai, realisasinya berada sekitar 87,5 persen dari target tahunan.
Kejar Retribusi, Pembenahan Destinasi Tetap Jadi Pekerjaan Rumah
Di balik peningkatan pendapatan tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengakui masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi.
Ali mengatakan peningkatan retribusi tidak semestinya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pengelolaan destinasi wisata.
Menurut dia, kualitas infrastruktur, pelayanan, akses menuju lokasi wisata dan pengalaman wisatawan juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kami banyak mendengar masukan dari masyarakat dan netizen. Masih banyak yang harus diperbaiki, terutama infrastruktur, hospitality, dan aksesibilitas di enam objek destinasi wisata,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan wisata Sukabumi masih perlu diikuti dengan peningkatan kualitas destinasi.
Pasalnya, pertumbuhan penerimaan retribusi perlu berjalan beriringan dengan perbaikan fasilitas agar peningkatan kunjungan wisatawan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Pariwisata Diharapkan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga menargetkan dampak sektor pariwisata tidak berhenti pada penerimaan retribusi pemerintah daerah.
Ali menyebut aktivitas wisata memiliki efek ekonomi terhadap berbagai sektor masyarakat, mulai dari usaha makanan dan minuman, akomodasi, transportasi hingga usaha pendukung lainnya.
Dengan demikian, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari besaran retribusi yang masuk ke kas daerah, tetapi juga dari seberapa besar aktivitas ekonomi wisata mampu menciptakan perputaran uang di tengah masyarakat.
Saat ini, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi disebut berada di angka 2,6 persen.
Pemerintah daerah berharap kontribusi tersebut dapat meningkat menjadi 2,7 persen hingga 3 persen.
“Pariwisata bukan hanya tentang angka retribusi. Kami juga berkewajiban meningkatkan kontribusi terhadap PDRB melalui aktivitas ekonomi masyarakat. Harapannya, sektor ini semakin memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Sukabumi,” pungkas Ali. (Adv, Dd)