Katanews.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia membuka tahun 2026 dengan sejumlah inisiatif besar di bidang pendidikan dan penanganan dampak bencana alam. Salah satu langkah paling menonjol adalah target revitalisasi 71.000 sekolah di seluruh negeri, yang dinilai sebagai upaya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyatakan bahwa revitalisasi ini tidak hanya akan memperbaiki sarana fisik sekolah, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran dan fasilitas pendukung.
“Kita ingin memastikan setiap anak di seluruh Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak, terlepas dari latar belakang geografis dan sosial mereka,” ujar Menteri tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.
Selain fokus pada pendidikan, pemerintah juga memperkuat upaya penanganan dampak bencana alam, khususnya di Pulau Sumatra. Kepolisian RI mengumumkan rencana pembangunan 569 lubang bor air bersih di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, sebagai upaya pemulihan pascabencana.
“Akses air bersih adalah kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan bagi masyarakat terdampak,” jelas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko.
Di wilayah Aceh Tamiang, Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan 1.132 pegawai negeri dan taruna untuk mempercepat pemulihan administrasi daerah yang rusak akibat banjir besar November 2025. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan pemerintahan lokal adalah kunci untuk memulihkan layanan publik dan kehidupan masyarakat.
Sementara itu, masyarakat luas juga menghadapi kondisi cuaca ekstrem di awal Januari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Jawa dan Indonesia Timur pada tanggal 4 Januari, yang berpotensi memicu masalah hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan,” imbau BMKG melalui pernyataannya. (Han)