Kesenjangan Digital Gender Masih Tinggi, Perempuan Didorong Lebih Aktif Berinovasi

Share

Katanews.com, JAKARTA — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Bonifasius Wahyu Pudjianto, mendorong perempuan Indonesia mengambil peran lebih besar sebagai agen perubahan dalam transformasi digital nasional.

Menurut Bonifasius, perkembangan teknologi telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan, tidak hanya sebagai pengguna internet, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan pemimpin di era digital.

“Perkembangan teknologi sebenarnya telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk berkarya. Ruang digital bukan lagi sekadar tempat berinteraksi, tetapi juga menjadi ruang yang produktif,” ujarnya di Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data International Telecommunication Union tahun 2025, tingkat pengguna internet laki-laki secara global mencapai 77 persen, sementara perempuan sebesar 71 persen.

Meski jumlah perempuan yang terhubung ke internet terus meningkat, Bonifasius menilai kesenjangan gender dalam akses digital masih menjadi tantangan serius. Ia menyebutkan, indeks kesenjangan gender global masih berada di angka 0,92 dan belum mengalami perubahan signifikan sejak 2019.

“Kesenjangan akses digital berbasis gender masih menjadi persoalan nyata yang harus kita jawab bersama,” katanya.

Selain itu, Bonifasius juga menyoroti meningkatnya risiko di ruang digital seiring pesatnya perkembangan teknologi, mulai dari disinformasi, ujaran kebencian, hingga pelanggaran hak cipta dan paparan konten tidak layak bagi anak.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Aturan ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai langkah lanjutan dalam menjaga keamanan anak di ruang digital.

Ia menegaskan, momentum Hari Kartini harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam ekosistem digital nasional.

Bonifasius menilai perempuan memiliki kontribusi besar melalui produksi konten digital yang kreatif, edukatif, dan bertanggung jawab, sekaligus berperan aktif dalam melindungi anak dan keluarga dari berbagai risiko di internet.

“Dari tangan-tangan perempuan hebat akan lahir inovasi, kreativitas, dan kontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah berharap ke depan ekosistem digital Indonesia semakin inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkarya, memimpin, serta menciptakan perubahan. (Rud)

Terbaru