Katanews.com, SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mempercepat rekonstruksi Jalan Ahmad Yani di depan RSUD Palabuhanratu dengan metode betonisasi guna mengakhiri kerusakan berulang di jalur vital tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian badan jalan telah tertutup beton segar, sementara alat berat masih beroperasi untuk mendukung percepatan pengerjaan.
Kepala DPU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus menjelaskan, penggunaan konstruksi beton dipilih sebagai solusi permanen atas kerusakan jalan yang kerap terjadi. Sebelumnya, jalan tersebut dikenal masyarakat sebagai “langganan proyek” karena sering mengalami kerusakan saat masih menggunakan aspal.
Menurutnya, kondisi drainase yang buruk dan tingginya genangan air menjadi penyebab utama cepat rusaknya lapisan aspal di kawasan tersebut.
DPU menargetkan proyek rampung paling lambat 30 Juni 2026. Namun, dengan progres yang telah mencapai 51 persen, penyelesaian diperkirakan dapat dipercepat pada awal Juni.
“Mudah-mudahan sesuai target. Dengan progres saat ini, kami optimistis awal Juni sudah bisa tuntas,” katanya, Jumat (1/5/2026).
Selain betonisasi, perbaikan sistem drainase juga menjadi fokus utama. DPU tengah memasang grill atau penutup besi pada saluran air di area pintu masuk rumah sakit guna memastikan aliran air berjalan optimal dan tidak menggenang di badan jalan.
“Kami melakukan penanganan drainase agar air dari kawasan rumah sakit dapat tersalurkan dengan baik dan tidak merusak jalan,” jelas Uus.
Terkait kualitas konstruksi, Uus memastikan material beton telah melalui uji laboratorium dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan dalam dokumen kontrak proyek.
“Secara kualitas sudah memenuhi syarat, begitu juga kuantitas sesuai standar. Kami pastikan semua sesuai ketentuan,” tegasnya.
Selama proses pengerjaan, DPU menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk penutupan sementara akses masuk ke RSUD Palabuhanratu saat tahap pengecoran berlangsung.
Uus mengimbau masyarakat untuk bersabar atas ketidaknyamanan sementara tersebut.
“Pada saat pemasangan dan pengerasan, jalan tidak bisa dilalui selama satu hari. Kami mohon maaf atas gangguan ini demi kenyamanan jangka panjang,” ujarnya.
Rekonstruksi jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran akses menuju RSUD Palabuhanratu, khususnya bagi ambulans dan pasien, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan aktivitas ekonomi di wilayah Sukabumi. (Adv, Rud)