Katanews.com, SUKABUMI — Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali mengeluhkan kerusakan parah pada ruas jalan Bojonglopang–Cimerang yang melintasi Desa Panumbangan, Cijulang, dan Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah. Jalan kabupaten yang menjadi akses penghubung hingga ke Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya itu dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik dengan tingkat keparahan yang signifikan.
Berdasarkan pantauan warga, kondisi jalan ditandai dengan aspal yang mengelupas hingga menyisakan batuan kasar. Saat hujan turun, ruas jalan tersebut berubah menjadi kubangan air yang membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah seorang warga Kampung Cibasan, Desa Panumbangan, Yani (29), mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung lama dan terus dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas harian.
“Kerusakan terjadi hampir di sepanjang wilayah Desa Panumbangan, Cijulang sampai Bojongtipar. Aspalnya banyak yang mengelupas, hanya tersisa batu, dan saat hujan menjadi kubangan,” ujar Yani, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, perbaikan jalan memang dilakukan setiap tahun, namun penanganannya dinilai belum optimal karena hanya mencakup sebagian kecil dari total panjang jalan yang rusak.
“Perbaikan memang ada setiap tahun, tetapi hanya beberapa ratus meter. Sementara kerusakan jalan mencapai kilometeran,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar akses transportasi kembali aman dan nyaman. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di wilayah selatan Sukabumi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha UPTD Pekerjaan Umum (PU) Jampangtengah, Robi Ferdian, membenarkan bahwa ruas jalan Bojonglopang–Cimerang telah masuk dalam rencana penanganan tahun ini.
“Insyaallah pada tahun ini ada penanganan untuk ruas jalan Bojonglopang–Cimerang,” ujarnya singkat.
Meski demikian, warga berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan dengan metode perbaikan yang lebih merata dan berkelanjutan, sehingga kerusakan jalan tidak kembali terjadi setiap tahun. (Adv, Rud)