Katanews.com, SUKABUMI — Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat pembangunan sektor strategis, termasuk pertanian yang menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki relevansi kuat dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan pembangunan pangan nasional tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi dan sumber daya alam, tetapi juga memerlukan penguatan karakter kebangsaan, semangat gotong royong, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. Semoga semangat persatuan dan keadilan sosial terus menjadi fondasi kemajuan bangsa kita. Nilai-nilai Pancasila harus senantiasa hadir dalam setiap langkah pembangunan, termasuk dalam upaya mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Aep Majmudin, Senin (1/6/2026).
Aep menjelaskan, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila perlu terus diterapkan dalam setiap program pembangunan agar mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dicapai secara parsial. Sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi pertanian cukup besar, lanjut Aep, terus didorong untuk berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kerja sama, peningkatan kapasitas petani, serta optimalisasi sumber daya pertanian yang tersedia.
Selain itu, Aep menekankan pentingnya penerapan nilai keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam sila kelima Pancasila. Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus mampu memberikan manfaat secara merata, termasuk bagi para petani yang menjadi ujung tombak produksi pangan.
“Pancasila mengajarkan pentingnya kebersamaan, saling menghormati, dan bekerja untuk kepentingan bersama. Semangat inilah yang perlu terus kita jaga agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan, Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Dalam sektor pertanian, implementasi nilai Pancasila tercermin melalui budaya gotong royong, kerja sama antarkelompok tani, hingga upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Aep berharap masyarakat terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan semangat Pancasila yang terus terpelihara, pembangunan pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (Adv, Ded)