13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa Flores, TNI AU Siapkan Hercules dan Helikopter

Share

Katanews.com, KUPANG – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat distribusi bantuan korban gempa Flores dengan mengerahkan pesawat Hercules untuk mengangkut 13 ton sembako dan logistik ke wilayah terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut diterbangkan menuju Maumere, Kabupaten Sikka, sebelum disalurkan ke sejumlah daerah yang terdampak bencana. Dari Maumere, distribusi logistik akan dilanjutkan menuju Ende, Nagekeo, Bajawa, dan wilayah lain yang membutuhkan.

Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad mengatakan jalur udara menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat penyaluran bantuan, terutama ke wilayah yang aksesnya terdampak bencana.

“Dari Maumere kemudian akan kami distribusikan ke Ende, Nagekeo, Bajawa, dan beberapa daerah lainnya,” kata Somad di Kupang, Minggu (16/8/2026).

Distribusi bantuan juga akan diperkuat dengan helikopter yang telah disiagakan di wilayah terdampak. Pesawat tersebut nantinya membantu mengirimkan logistik secara langsung ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Tiga Pesawat TNI Dikerahkan

Untuk mendukung operasi kemanusiaan pascagempa Flores, TNI mengerahkan tiga pesawat, terdiri atas dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing.

Penggunaan jalur udara menjadi bagian penting dalam mempercepat mobilisasi bantuan karena kebutuhan korban bencana harus segera dipenuhi, sementara sejumlah wilayah masih memiliki akses terbatas.

Lanud El Tari Kupang juga mengirimkan bantuan berupa makanan, pakaian, minuman, serta sejumlah peralatan kesehatan yang masih dibutuhkan masyarakat di wilayah terdampak.

Menurut Somad, hingga hari kedua proses distribusi bantuan berjalan tanpa kendala berarti.

“Untuk kendala, ini baru hari kedua, tetapi memang tak ada kendala yang berarti selama proses pendistribusian,” ujarnya.

66 Personel TNI AU Dikerahkan

Selain mengirimkan logistik, Lanud El Tari juga mengerahkan personel untuk memperkuat operasi penanganan korban gempa di Flores.

Sebanyak 66 personel ditempatkan di Maumere, Labuan Bajo, serta sejumlah lokasi yang dinilai rawan dan membutuhkan dukungan.

Personel tersebut bertugas membantu memperlancar proses distribusi bantuan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Penguatan jalur logistik melalui pesawat Hercules dan dukungan helikopter menunjukkan bahwa distribusi bantuan menjadi salah satu prioritas dalam penanganan gempa Flores. Strategi tersebut diarahkan agar bantuan tidak berhenti di pusat distribusi, tetapi dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang terisolir.

Dengan dukungan armada udara dan personel di lapangan, TNI AU berupaya memastikan kebutuhan dasar korban gempa di Flores dapat segera disalurkan, khususnya ke daerah yang menghadapi kendala akses transportasi. (Ani)

Terbaru