Katanews.com, SUKABUMI — Penyelesaian pengaspalan jalan kabupaten pada ruas Miramontana–Bojongjengkol di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diharapkan memperkuat konektivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Purabaya dan Jampangtengah. Namun, manfaat strategis proyek tersebut akan sangat ditentukan oleh dampaknya terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, mobilitas warga, dan aktivitas ekonomi lokal.
Proyek rekonstruksi jalan yang melintasi Kampung Cikamplong hingga Cimaranginang, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, itu telah rampung dikerjakan. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan sepanjang hampir 900 meter tersebut dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp925.482.817,56.
Kepala Desa Neglasari, Lili Rahman, yang akrab disapa Kades Lipet, mengatakan perbaikan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Ia mengapresiasi pemerintah daerah dan pihak terkait yang telah merealisasikan kebutuhan infrastruktur di wilayahnya.
“Kami atas nama warga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bupati Sukabumi Bapak Asjap, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), UPTD PU Jampangtengah, serta Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi yang telah mengawal aspirasi kami terkait kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat. Alhamdulillah, saat ini pekerjaannya sudah tuntas,” ujar Lili saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026).
Ruas Miramontana–Bojongjengkol memiliki posisi strategis karena menghubungkan Desa Neglasari di Kecamatan Purabaya dengan Desa Nangerang di Kecamatan Jampangtengah.
Keberadaan jalan tersebut tidak hanya menunjang perjalanan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperlancar distribusi komoditas pertanian dan pergerakan barang antardesa. Akses transportasi yang lebih baik dapat membantu pelaku usaha menghemat waktu perjalanan sekaligus meningkatkan keterhubungan masyarakat dengan pusat kegiatan ekonomi.
Lili berharap perbaikan infrastruktur tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian, perdagangan, dan kegiatan sosial.
Meski demikian, penyelesaian konstruksi baru menjadi tahap awal. Pemeliharaan berkala dan pengawasan kondisi jalan diperlukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek rekonstruksi jalan ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. Pelaksana pekerjaan adalah CV Cahaya Cibatu Mandiri dengan masa pengerjaan selama 75 hari kalender.
Nilai kontrak sebesar Rp925,48 juta menjadikan kualitas hasil pekerjaan dan ketahanan jalan sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran publik harus memberikan manfaat sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Karena itu, pengawasan tidak semestinya berhenti ketika pekerjaan dinyatakan selesai. Kondisi permukaan jalan, kualitas konstruksi, sistem drainase, dan penanganan kerusakan perlu menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan jalan tetap layak digunakan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu melihat pembangunan jalan dari perspektif yang lebih luas, yakni keterkaitannya dengan produktivitas pertanian, akses layanan publik, dan pemerataan pembangunan kawasan perdesaan.
Rampungnya pengaspalan ruas Miramontana–Bojongjengkol membuka peluang peningkatan konektivitas antara Purabaya dan Jampangtengah. Akan tetapi, dampak ekonomi tidak otomatis muncul hanya karena kondisi jalan menjadi lebih baik.
Manfaat tersebut perlu didukung akses menuju sentra produksi pertanian, kelancaran angkutan hasil bumi, serta pengembangan kegiatan usaha masyarakat di sepanjang jalur penghubung.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memastikan pembangunan infrastruktur jalan terintegrasi dengan kebutuhan ekonomi wilayah. Dengan demikian, anggaran daerah tidak hanya menghasilkan jalan yang mulus, tetapi juga mendukung efisiensi distribusi barang, memperluas akses pasar, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi warga Desa Neglasari dan Desa Nangerang, selesainya proyek ini menjadi perkembangan penting dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur. Tantangan selanjutnya adalah memastikan jalan tersebut terpelihara dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kedua kecamatan. (Adv, Ded)