Katanews.com, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkuat program pendidikan berbasis keagamaan melalui Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an yang ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini dibuka secara terbuka bagi pelajar yang berdomisili di Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang religius dan berdaya saing.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dengan persyaratan administrasi yang jelas, termasuk kepemilikan Kartu Keluarga Kabupaten Sukabumi.
“Seleksi terbuka untuk seluruh siswa SD dan SMP yang memenuhi syarat administrasi dan merupakan warga Sukabumi,” ujar Herdiawan, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, kategori penerima beasiswa dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan dan jumlah hafalan Al-Qur’an. Untuk tingkat SD, kategori awal mensyaratkan hafalan minimal dua juz, sedangkan kategori lanjutan mencapai tiga juz. Sementara itu, untuk jenjang SMP, kategori awal berkisar antara tiga hingga empat juz, dan kategori lanjutan mencapai lima juz.
Dalam rangka menjaga objektivitas dan kualitas seleksi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menggandeng Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sukabumi sebagai mitra penilai. Proses evaluasi dilakukan melalui uji hafalan secara langsung di hadapan tim juri yang kompeten.
“Peserta yang lolos verifikasi administrasi akan mengikuti uji hafalan secara langsung oleh tim juri LPTQ untuk memastikan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kapasitasnya,” jelasnya.
Program Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an ini diharapkan mampu mendorong peningkatan keimanan dan ketakwaan peserta didik, sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia. Pemerintah daerah juga menargetkan lahirnya generasi yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam membangun sektor pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan manusia. (Adv, Ded)