Katanews.com, Sukabumi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menetapkan status siaga penuh menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada awal Januari 2026. Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama memicu sejumlah bencana hidrometeorologi di berbagai kecamatan.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), BPBD mencatat sedikitnya lima kejadian bencana sepanjang 2–3 Januari 2026. Jenis bencana didominasi cuaca ekstrem, tanah longsor, dan pergeseran tanah yang berdampak pada permukiman serta fasilitas umum.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radian Rizki, menyebut salah satu kejadian terjadi di Kecamatan Parungkuda. Hujan lebat menyebabkan satu rumah warga di Kampung Cipanggulaan mengalami kerusakan pada dinding dapur.
Di Kecamatan Gunungguruh, longsor menimpa satu rumah warga dan mengancam bangunan lain akibat runtuhnya tembok penahan tanah. Kondisi tersebut masih dalam pemantauan petugas di lapangan.
“Dampak paling serius terjadi di Kecamatan Waluran. Pergeseran tanah susulan mengancam 18 rumah warga, sehingga 23 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Eki, Minggu (4/1/2026).
Meski sejumlah wilayah terdampak cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hal itu dinilai sebagai hasil dari kesiapsiagaan dan respons cepat petugas serta koordinasi lintas sektor.
Cuaca ekstrem juga berdampak pada sektor pendidikan. Di Kecamatan Cireunghas, satu ruang kelas SDN Karikil dilaporkan ambruk, sementara beberapa ruang kelas lainnya berada dalam kondisi rawan akibat bangunan yang sudah lapuk dan hujan berkepanjangan.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan intensif melalui aplikasi pelaporan bencana, grup koordinasi tingkat kecamatan, serta sistem peringatan dini dari BMKG. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah, agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda awal bencana,” tegas Eki. (Rud)