Katanews.com, SUKABUMI — Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadikan pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah sebagai fokus utama pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena.
Menurut Deden, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa, bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk tumbuh secara mental dan sosial tanpa tekanan maupun kekerasan.
“Sekolah bukan hanya tempat meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Untuk memperkuat perlindungan terhadap siswa, Dinas Pendidikan membentuk satuan tugas (satgas) sekolah aman dan nyaman. Satgas tersebut merupakan pengembangan dari satgas pencegahan dan penanggulangan kekerasan yang sebelumnya sudah berjalan di lingkungan pendidikan.
Pembentukan satgas dilakukan sebagai upaya memperkuat pengawasan sekaligus penanganan berbagai persoalan yang dapat mengganggu kenyamanan siswa di sekolah.
“Sekarang kita bentuk satgas aman dan nyaman di sekolah sebagai penguatan dari satgas sebelumnya,” katanya.
Deden menjelaskan, ancaman terhadap kenyamanan siswa tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga tekanan psikologis seperti perundungan atau bullying yang dapat berdampak terhadap perkembangan mental anak.
“Bullying menjadi salah satu yang kita koordinasikan. Jadi bukan hanya fisik, tetapi juga psikis,” ucapnya.
Selain memperkuat pengawasan terhadap perilaku di lingkungan sekolah, Disdik Kabupaten Sukabumi juga menyoroti pentingnya kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Menurutnya, fasilitas belajar yang layak turut menentukan rasa aman dan nyaman siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Bangunan dan ruang kelas juga tidak terpisahkan dalam menciptakan sekolah yang aman,” tuturnya.
Ia menilai, lingkungan sekolah yang kondusif akan berdampak terhadap peningkatan kualitas belajar dan prestasi siswa. Karena itu, penguatan sekolah ramah anak menjadi bagian penting dalam agenda pendidikan daerah ke depan.
“Program penguatan lingkungan sekolah menjadi salah satu prioritas ke depan,” pungkasnya. (Adv, Zen)