Katanews.com, TEHERAN — Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung di tengah belum adanya kepastian mengenai tercapainya kesepakatan baru antara kedua negara. Pemerintah Iran menegaskan bahwa proses pertukaran pesan dan pembahasan berbagai proposal masih berjalan sehingga belum dapat disimpulkan hasil akhirnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan komunikasi antara Teheran dan Washington masih berlangsung secara intensif. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar saat ini terkait isi maupun hasil negosiasi belum dapat dijadikan acuan karena belum ada keputusan resmi dari kedua pihak.
“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” kata Araghchi melalui akun Telegram resminya, Minggu (31/5/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pengarahan intelijen di Washington pada Jumat waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan final terkait kebijakan AS terhadap Iran.
Meski demikian, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga kini belum terdapat kesepakatan akhir yang berhasil dicapai dalam proses negosiasi antara kedua negara.
Perkembangan terbaru juga diungkap The New York Times yang melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran. Dalam proposal tersebut, Washington disebut mengajukan sejumlah persyaratan yang lebih ketat sebagai bagian dari upaya mencapai penyelesaian konflik yang berkepanjangan.
Situasi hubungan Iran dan AS masih dibayangi ketegangan yang meningkat sejak serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai langkah meredakan konflik, Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan yang diumumkan pada 7 April. Namun, proses diplomasi lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan terobosan berarti dan berakhir tanpa kesepakatan.
Kebuntuan negosiasi tersebut diikuti langkah Amerika Serikat yang memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran. Di sisi lain, Presiden Trump memutuskan memperpanjang penghentian permusuhan guna memberikan kesempatan kepada Iran untuk menyiapkan proposal perdamaian yang lebih komprehensif.
Hingga saat ini, arah hubungan Iran dan AS masih bergantung pada hasil negosiasi yang sedang berlangsung. Kedua negara belum mengumumkan jadwal maupun rincian kesepakatan final yang dapat menjadi dasar penyelesaian konflik secara permanen.
Pengamat menilai keberhasilan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah serta dinamika geopolitik global dalam beberapa bulan ke depan. (Rud)