Katanews.com, SUKABUMI — Revitalisasi SDN Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tidak hanya menjadi perhatian pihak sekolah. Para wali murid ikut mengawasi proses pembangunan untuk memastikan bantuan pemerintah menghasilkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas.
Revitalisasi tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang bersumber dari APBN dengan nilai Rp802.126.697. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam 119 hari kalender dan saat ini progresnya sekitar 40 persen.
Wali murid sekaligus alumni SDN Cikadu, Dede Nurwandi, mengatakan keterlibatan orang tua dilakukan melalui sistem bergiliran setiap pekan. Sekitar 25 orang terlibat, dengan tiga orang berperan sebagai tukang sekaligus pengarah teknis di lapangan.
“Wali murid terlibat. Sistemnya rolling, setiap minggu bergantian. Jadi kami tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi ikut mengawal proses pembangunan dari awal,” ujar Dede, Sabtu (12/9/2026).
Kualitas Material Ikut Diawasi
Pengawasan wali murid tidak berhenti pada progres pembangunan. Kualitas material seperti baja ringan dan genteng juga menjadi perhatian karena bangunan akan digunakan dalam jangka panjang.
Dede menyebut material yang digunakan telah mengacu pada petunjuk teknis program. Dokumen pendukung berupa sertifikat SNI, ISO, dan profil perusahaan penyedia material juga tersedia.
“Karena program ini memiliki petunjuk teknis, material yang digunakan harus memenuhi standar. Untuk baja ringan dan genteng, sertifikat SNI dan dokumen perusahaan juga kami pastikan tersedia,” katanya.
Menurut Dede, revitalisasi tidak boleh sekadar menghasilkan bangunan yang terlihat baru. Kualitas konstruksi menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut aman dan dapat digunakan dalam waktu panjang.
Tujuh Bagian Bangunan Direvitalisasi
Program revitalisasi menyasar tujuh bagian bangunan, yakni empat ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang perpustakaan, dan satu unit toilet.
Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sebanyak 113 siswa untuk sementara menggunakan sejumlah ruangan di pesantren yang berada di sekitar sekolah.
“Jangan sampai kegiatan belajar anak-anak berhenti karena pembangunan. Untuk sementara, anak-anak belajar di ruangan pesantren yang berada di sekitar sekolah,” ujar Dede.
Kepala SDN Cikadu, Imas Maswaty, mengatakan sekolah terus berkoordinasi dengan panitia pembangunan dan wali murid agar pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan.
“Kami berharap seluruh proses revitalisasi berjalan lancar sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa,” kata Imas.
SDN Cikadu memiliki tujuh guru yang melayani 113 siswa. Karena itu, ketersediaan ruang belajar yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan pembelajaran.
Wali Murid Kawal Penggunaan Bantuan
Revitalisasi SDN Cikadu menjadi momentum bagi sekolah dan masyarakat untuk memastikan bantuan pemerintah digunakan sesuai peruntukan.
Keterlibatan wali murid sekaligus menjadi bentuk pengawasan sosial terhadap pembangunan yang dibiayai APBN. Dengan progres yang baru mencapai sekitar 40 persen, kualitas pekerjaan hingga penyelesaian sesuai target waktu masih menjadi hal yang perlu dikawal.
Bagi Dede, revitalisasi memiliki arti khusus karena ia merupakan alumni SDN Cikadu dan tiga anaknya pernah maupun masih bersekolah di sana.
“Kami sebagai wali murid tentu berharap hasilnya bagus. Kalau sekolahnya nyaman dan bangunannya aman, anak-anak juga lebih tenang belajar,” tuturnya.
Dengan pengawasan sekolah, wali murid, dan pelaksana pembangunan, revitalisasi SDN Cikadu Sukabumi diharapkan tidak hanya memperbarui bangunan, tetapi benar-benar menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan memenuhi standar bagi siswa. (Adv, Zen)