Katanews.com, JAKARTA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat diperkuat setelah kualitas udara memburuk hingga mencapai level Berbahaya dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta aktivitas pendidikan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 15.091 personel gabungan untuk menangani karhutla. Operasi tersebut diperkuat sembilan helikopter water bombing dan tiga pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan operasi dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus membasahi lahan yang berpotensi terbakar.
“Sekecil apa pun ada peluang pertumbuhan awan maka laksanakan OMC untuk membasahi lahan agar api tidak meluas,” kata Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
BNPB mencatat sebanyak 520.000 liter air telah disiramkan dari udara. Khusus di Ketapang, sembilan helikopter melakukan 84 kali penyiraman, sementara tiga pesawat OMC menyemai natrium klorida (NaCl) di tujuh kabupaten untuk memicu hujan.
Dari jalur darat, tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat telah memadamkan 155,96 hektare dari total 691,74 hektare area terbakar di Kubu Raya, Mempawah, Ketapang dan Singkawang.
Dampak Asap Mulai Tekan Kesehatan dan Pendidikan
Persoalan karhutla kini tidak hanya berkaitan dengan luasan lahan terbakar. Memburuknya kualitas udara telah memicu 1.337 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan menyebabkan masa belajar dari rumah bagi siswa diperpanjang.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan darurat karhutla memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dan kelompok rentan.
“Kami meminta Bapak Kepala BNPB agar memberikan atensi penuh penanganan darurat karhutla, khususnya kelompok rentan yang terdampak asap karhutla,” ujar Gibran saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Gibran juga meminta kawasan sekitar sekolah menjadi prioritas pemadaman darat dan udara. Pembukaan kembali pembelajaran tatap muka diminta dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah, sekolah dan keluarga murid dengan mempertimbangkan keselamatan kesehatan.
BNPB menegaskan pengerahan personel, pemadaman udara dan operasi modifikasi cuaca akan terus diperkuat untuk menekan penyebaran api serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. (Ded)