Katanews.com, Jakarta – Gunung Semeru kembali erupsi pada pagi ini meskipun visual letusan tidak teramati secara langsung. Badan Geologi menyatakan aktivitas vulkanik masih tinggi dan terdeteksi melalui alat pengukur gempa menunjukkan puluhan kejadian letusan sepanjang enam jam terakhir. Status gunung api tersebut berada pada Level III atau Siaga, menandakan potensi erupsi susulan tetap mengancam masyarakat sekitar.
“Kami memantau 35 kali gempa letusan sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru dari PVMBG, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di radius bahaya untuk tetap siaga dan mengikuti arahan dinas terkait.
Para ahli vulkanologi juga mengingatkan potensi hujan abu dan lontaran batu pijar yang bisa berdampak pada pemukiman di lembah sungai berhulu di lereng Semeru. Masyarakat diminta menyiapkan masker serta perlengkapan darurat mengingat kondisi angin dapat mempengaruhi arah sebaran abu vulkanik.
Pihak BPBD setempat telah mengaktifkan posko darurat serta koordinasi evakuasi dengan instansi kesehatan dan transportasi. Sejumlah desa yang berada di sektor tenggara Semeru disiapkan jadwal evakuasi jika sinyal aktivitas naik dalam beberapa jam mendatang.
Kondisi cuaca cerah pagi ini mempermudah pengamatan dari jarak jauh, namun peneliti menegaskan tidak boleh lengah.
“Ketidakpastian fenomena vulkanik masih tinggi, jadi kita harus tetap waspada,” kata seorang tim peneliti dari universitas lokal yang terlibat dalam pemantauan. (Ded)