Jalan Mantap Sukabumi Masih 6,28 Persen, Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.347,5 kilometer, capaian jalan mantap yang disampaikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi saat ini baru mencapai 6,28 persen.

Rendahnya capaian tersebut menjadi salah satu tantangan pembangunan infrastruktur yang disoroti dalam momentum peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-81. Dinas PU mengakui peningkatan kualitas jalan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat dan membutuhkan penanganan secara bertahap.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan kemantapan jalan sekitar tiga persen pada tahun ini.

Menurutnya, pembangunan jalan tidak bisa hanya mengandalkan perencanaan dan kerja teknis, tetapi juga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai serta sinergi berbagai pihak.

“Dalam momentum Hari Bhakti PU ke-81 ini, kami segenap keluarga besar PU memohon maaf karena belum bisa membangun infrastruktur sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Uus, Rabu (4/11/2026).

Dengan panjang jaringan jalan kabupaten mencapai sekitar 1.347,5 kilometer, peningkatan kemantapan jalan membutuhkan strategi penanganan yang terukur. Pemerintah daerah dihadapkan pada kebutuhan pemeliharaan, rehabilitasi hingga peningkatan kualitas konstruksi jalan di berbagai wilayah.

Uus tidak menampik bahwa capaian kemantapan jalan yang disampaikan saat ini masih jauh dari harapan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecepatan penanganan infrastruktur.

“Kalau dihitung secara riil, capaian ini memang masih jauh dari harapan. Namun, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa persoalan jalan di Kabupaten Sukabumi tidak cukup diselesaikan melalui pembangunan fisik semata. Diperlukan kesinambungan program, penentuan skala prioritas serta alokasi anggaran yang mampu menjangkau kebutuhan infrastruktur secara lebih merata.

Peningkatan persentase jalan mantap pun menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana penanganan infrastruktur memberikan dampak terhadap konektivitas antarwilayah dan aktivitas masyarakat.

Di tengah pekerjaan rumah peningkatan kemantapan jalan, Dinas PU Kabupaten Sukabumi juga menjadikan peringatan Hari Bhakti PU ke-81 sebagai momentum memperkuat pengabdian sosial dan kepedulian lingkungan.

Melalui Bidang Sumber Daya Air (PSDA), Dinas PU menjadwalkan kegiatan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga kawasan sungai.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan aksi donor darah pada pertengahan November 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dengan hasil donor disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Uus mengatakan pengabdian insan PU tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kesadaran dan kepedulian kita sebagai ASN sekaligus keluarga besar PU untuk mengoptimalkan bakti kepada masyarakat. Sekecil apa pun yang kita sumbangkan, mudah-mudahan menjadi nilai ibadah dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, peningkatan kualitas jalan tetap menjadi salah satu pekerjaan utama yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Masyarakat tentu berharap target peningkatan kemantapan jalan tidak berhenti sebagai angka perencanaan, tetapi diwujudkan melalui penanganan nyata yang terukur dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. (Adv, Zen)

Terbaru