PM-AAS Jadi Strategi Baru Sukabumi Tingkatkan Hasil Panen Padi hingga 10 Ton per Hektare

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai mendorong transformasi pertanian dengan memperluas penerapan Pertanian Modern-Advance Agriculture System (PM-AAS) ke 47 kecamatan. Program ini menargetkan peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 5,7 ton menjadi minimal 10 ton per hektare.

Langkah tersebut ditempuh melalui pembukaan sekolah lapang PM-AAS yang melibatkan petani secara langsung. Program ini diharapkan mampu mengubah pola budidaya konvensional menuju sistem pertanian modern yang lebih produktif dan efisien.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan sekolah lapang menjadi instrumen untuk memperkenalkan sekaligus mendorong penerapan teknologi dan metode pertanian modern di tingkat petani.

Menurutnya, peningkatan produktivitas lahan menjadi salah satu sasaran utama dalam memperkuat produksi pangan daerah.

“Kita mulai mengadakan sekolah lapang PM-AAS dalam upaya meningkatkan produktivitas padi per hektare. Sekolah lapang ini akan dilaksanakan di 47 kecamatan,” ujar Aep, Selasa (3/11/2026).

Produktivitas 5,7 Ton Jadi Tantangan

Target peningkatan produksi hingga 10 ton per hektare menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, produktivitas padi saat ini masih berada di kisaran 5,7 ton per hektare.

Artinya, penerapan PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan melalui optimalisasi lahan yang sudah tersedia.

Aep berharap program tersebut berjalan konsisten sehingga target peningkatan produktivitas dapat direalisasikan.

“Mudah-mudahan berjalan lancar sehingga produksinya minimal 10 ton per hektare. Hari ini produktivitas kita baru 5,7 ton per hektare,” katanya.

Sekolah Lapang Diperluas, Petani Jadi Pelaku Utama

Berbeda dengan pendekatan pelatihan yang hanya berorientasi pada penyampaian teori, sekolah lapang PM-AAS diarahkan menjadi sarana pembelajaran langsung di lahan pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, petani diharapkan dapat memahami dan menerapkan pola pertanian modern sesuai kebutuhan budidaya. Perluasan ke 47 kecamatan juga menjadi upaya agar penerapan PM-AAS tidak hanya terpusat di satu wilayah percontohan.

Peluncuran sekolah lapang PM-AAS dilaksanakan di Kampung Cijambe Girang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat. Lokasi tersebut menjadi titik awal penerapan program yang direncanakan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah sekolah lapang yang dibuka. Peningkatan hasil panen, konsistensi penerapan teknologi, serta kemampuan petani mengadopsi metode budidaya modern menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.

Target 10 Ton Per Hektare Perlu Pembuktian

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berharap PM-AAS dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah tanpa harus sepenuhnya bergantung pada perluasan areal persawahan.

Dengan produktivitas yang meningkat, potensi produksi padi diharapkan semakin optimal. Meski demikian, pencapaian target 10 ton per hektare membutuhkan pendampingan berkelanjutan, kesiapan sarana produksi, penerapan teknologi, serta keterlibatan aktif petani.

Aep meminta dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan sekolah lapang PM-AAS berjalan sesuai rencana.

“Mohon dukungannya dari semua. Mudah-mudahan sekolah lapang ini berjalan lancar dan target peningkatan produktivitas dapat tercapai,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini menghadapi tantangan untuk memastikan program pertanian modern tersebut memberikan dampak nyata bagi petani. Peningkatan produktivitas dari 5,7 ton menjadi minimal 10 ton per hektare menjadi target yang akan menentukan keberhasilan penerapan PM-AAS di daerah tersebut. (Adv, Ani)

Terbaru