Katanews.com, SUKABUMI – Transformasi pendidikan di era digital menuntut tenaga pendidik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Festival Lokal Berdampak Gemini Academy 2026 yang mendapat dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung di Aula SMPN Model Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/11/2026), dengan melibatkan para pendidik, peserta, pemateri, serta sejumlah pemangku kepentingan bidang pendidikan.
Festival ini menjadi salah satu ruang pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan pola pembelajaran. Melalui pelatihan dan diskusi panel, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi Google Gemini sebagai perangkat pendukung kegiatan belajar mengajar.
Fokus kegiatan tidak hanya pada pengenalan teknologi AI, tetapi juga bagaimana guru mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran, mulai dari penyusunan bahan ajar, pengembangan materi, hingga menciptakan metode pengajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan penguasaan teknologi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki tenaga pendidik agar mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan dapat membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di kelas.
“Tujuan program ini adalah membekali guru dan kepala sekolah dengan keterampilan memanfaatkan alat AI, khususnya Google Gemini, untuk menyusun bahan ajar, meningkatkan efektivitas mengajar, serta mendorong transformasi digital di kelas,” ujar Deden, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai, kehadiran teknologi harus mampu memberikan nilai tambah terhadap kualitas pendidikan. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan inovasi secara tepat, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
Deden menambahkan, Festival Lokal Berdampak Gemini Academy 2026 juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Berani Berinovasi, Berkarya, dan Memberikan Dampak,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan inovasi di Kabupaten Sukabumi. Peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Di tengah pesatnya perkembangan AI, tantangan pendidikan bukan hanya memastikan sekolah memiliki akses terhadap teknologi, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya secara produktif dan bertanggung jawab.
Guru tetap memiliki peran sentral sebagai pendidik, pembimbing, sekaligus pembentuk karakter peserta didik. Sementara teknologi AI diharapkan menjadi instrumen pendukung untuk memperkaya metode pembelajaran, bukan menggantikan peran tenaga pendidik.
Melalui penguatan kompetensi digital tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, kreatif, serta memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan masa depan.
Transformasi pendidikan digital pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata di ruang kelas dan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sukabumi. (Adv, Ani)