Katanews.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif menggarap pasar India guna mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Melalui kegiatan Sales Mission di Ahmedabad dan Hyderabad pada 9–11 Juni 2026, Indonesia membidik potensi wisatawan India yang memiliki daya beli menengah atas hingga premium.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan pada 2026. Kemenpar menargetkan jumlah wisatawan India ke Indonesia mencapai 750 ribu hingga 820 ribu orang sepanjang tahun ini.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan kegiatan Sales Mission difokuskan pada penguatan jaringan distribusi produk pariwisata Indonesia melalui pertemuan bisnis antara pelaku industri Indonesia dan pembeli potensial dari India.
Menurutnya, penguatan kerja sama business-to-business menjadi langkah strategis agar produk wisata Indonesia lebih mudah dipasarkan sesuai kebutuhan dan karakter wisatawan India.
“Pelaksanaan Sales Mission ini difokuskan untuk memperkuat saluran distribusi produk pariwisata Indonesia di pasar India melalui perluasan jejaring business-to-business antara penjual Indonesia dan pembeli potensial India,” ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
India saat ini menjadi salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia karena menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai sumber wisatawan mancanegara. Meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dan premium di negara tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar wisata berkualitas.
Ahmedabad dan Hyderabad Jadi Target Strategis
Kemenpar memilih Ahmedabad dan Hyderabad sebagai lokasi promosi karena kedua kota tersebut memiliki kekuatan ekonomi besar dan jumlah masyarakat berpenghasilan menengah atas yang terus bertambah.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menjelaskan bahwa masyarakat di kedua kota memiliki minat tinggi terhadap perjalanan internasional, terutama untuk wisata liburan, pernikahan destinasi (destination wedding), hingga pengalaman wisata mewah.
Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan upaya Indonesia dalam menawarkan paket wisata bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan kualitas belanja wisatawan selama berkunjung.
“Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penjualan paket wisata yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” kata Dedi.
Ahmedabad yang berada di Negara Bagian Gujarat tercatat memiliki produk domestik bruto (PDB) sekitar 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan Hyderabad di Telangana memiliki PDB sekitar 180 miliar dolar AS.
Bali hingga Labuan Bajo Dipromosikan
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 pelaku industri pariwisata Indonesia bertemu dengan sekitar 160 pembeli potensial dari India. Selain memperkuat jejaring bisnis, para peserta juga mempromosikan berbagai destinasi unggulan Indonesia.
Tidak hanya Bali yang selama ini menjadi favorit wisatawan India, sejumlah destinasi prioritas lain seperti Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Bintan turut ditawarkan sebagai alternatif wisata dengan pengalaman berbeda.
Kemenpar memperkirakan kegiatan promosi tersebut berpotensi menghasilkan transaksi sekitar 3.600 wisatawan atau setara 1,25 juta dolar AS.
India Dinilai Tetap Tangguh di Tengah Geopolitik Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global, India dinilai tetap menjadi pasar yang tangguh bagi industri pariwisata dunia. Masyarakat India disebut tidak mengurangi aktivitas perjalanan luar negeri, melainkan cenderung memilih destinasi yang aman dan menawarkan pengalaman berkualitas.
Karena itu, pemerintah memandang pasar India sebagai salah satu sumber pertumbuhan penting untuk mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi daerah tujuan wisata di seluruh Indonesia.
Dengan strategi penetrasi pasar premium dan penguatan kerja sama bisnis internasional, Indonesia optimistis dapat meningkatkan jumlah wisatawan India ke Indonesia sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia Pasifik. (Rud)