Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas, Pemkab Sukabumi Bangun Gorong-Gorong Rp78 Juta

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bergerak memperbaiki infrastruktur jalan dengan membangun drainase melintang di ruas Pakuwon-Cipeuteuy. Langkah tersebut dilakukan setelah kerusakan bangunan drainase di jalur itu dinilai berpotensi mengganggu fungsi jalan dan konektivitas antarwilayah.

Pembangunan kini mulai dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug pada titik STA 0+600. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan infrastruktur penunjang jalan yang mengalami kerusakan berdasarkan hasil survei teknis pada 2025.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, mengatakan kerusakan drainase melintang ditemukan saat pihaknya melakukan survei kepemilikan jalan di wilayah kerja UPTD.

“Dari hasil survei ditemukan adanya kerusakan bangunan drainase melintang di ruas jalan Pakuwon-Cipeuteuy sehingga perlu segera dilakukan penanganan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Setelah temuan tersebut, UPTD PU Wilayah III Cicurug melakukan serangkaian tahapan teknis mulai dari pengukuran lapangan, penyusunan sketsa konstruksi, hingga pengajuan usulan pembangunan pengganti bangunan drainase.

Menurut Asep, drainase melintang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas dan keamanan jalan. Infrastruktur tersebut juga menjadi penopang utama kelancaran arus mobilitas masyarakat.

“Bangunan drainase melintang merupakan konstruksi yang sangat mempengaruhi fungsi sebuah jalan yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, bangunan melintang jalan mencakup jembatan panjang, jembatan pendek, hingga gorong-gorong yang berfungsi mengalirkan air agar tidak merusak badan jalan.

Dalam proyek ini, pemerintah membangun drainase gorong-gorong menggunakan konstruksi plat beton yang dipadukan dengan pasangan batu dan beton bertulang. Konstruksi tersebut dipilih untuk meningkatkan kekuatan struktur dan ketahanan infrastruktur dalam jangka panjang.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Jayanti Berkarya dengan volume pembangunan sepanjang enam meter berikut oprit badan jalan. Nilai anggaran proyek mencapai Rp78.210.238,91.

Asep memastikan pembangunan mulai berjalan pada Mei 2026 dan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kualitas infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

“Syukur alhamdulillah pada bulan Mei 2026 pekerjaan tersebut sudah dapat dilaksanakan,” ucapnya.

Ia berharap pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan dapat selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Semoga pekerjaan ini berjalan lancar dan kontraktor dapat melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak,” pungkasnya. (Adv, Han)

Terbaru