Katanews.com, Istanbul – Iran resmi menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diumumkan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) setelah menghentikan sebuah kapal yang disebut mengabaikan instruksi pelayaran di jalur strategis tersebut.
Dilansir dari ANTARA, Pengumuman itu disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC yang dikutip kantor berita IRNA, Minggu (12/7/2026). Penutupan Selat Hormuz diperkirakan berpotensi mengganggu lalu lintas pelayaran internasional, termasuk distribusi energi dunia yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
IRGC menyatakan sejumlah kapal tetap berupaya melintas melalui jalur yang tidak diizinkan meski telah menerima peringatan berulang kali untuk mengubah haluan dan mengikuti rute yang telah ditetapkan.
Menurut IRGC, salah satu kapal bahkan mematikan sistem operasinya sehingga dinilai membahayakan keselamatan dan keamanan pelayaran. Aparat kemudian melepaskan tembakan peringatan sebelum akhirnya kapal tersebut berhasil dihentikan.
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa “tidak ada kapal yang akan diizinkan melintas” hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan Selat Hormuz, menurut mereka, akan tetap diberlakukan sampai intervensi Amerika Serikat di kawasan berakhir.
Selain menutup jalur pelayaran, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras. Sasaran balasan disebut dapat mencakup pangkalan-pangkalan yang dianggap sebagai bagian dari kekuatan musuh di kawasan.
IRGC turut menyalahkan apa yang disebut sebagai campur tangan asing yang melanggar hukum sebagai penyebab meningkatnya ketegangan. Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas konsekuensi apabila eskalasi konflik terus berlanjut.
Padahal pada Juni lalu, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.
Namun, situasi kembali memanas dalam beberapa hari terakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan yang berkaitan dengan keamanan kapal niaga di Selat Hormuz. Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di berbagai kawasan.
Penutupan Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran paling vital bagi distribusi minyak dan gas global. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan internasional dan keamanan kawasan Timur Tengah. (Dd)