Katanews.com, JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mewaspadai perubahan modus jaringan sindikat yang kini mengedarkan narkotika cair dalam vape atau rokok elektrik.
Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan narkotika dalam bentuk cair menjadi salah satu perkembangan kejahatan narkotika yang ditemukan dalam sejumlah pengungkapan kasus terbaru.
“Muncul narkotika dalam bentuk cair yang telah banyak diungkap oleh BNN bersama aparat penegak hukum lainnya dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Dalam dua bulan terakhir, BNN mengungkap hampir 8 ton narkotika melalui empat kasus besar. Salah satunya berupa sekitar 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand yang disebut akan diekspor ke Eropa untuk kemudian diekstrak menjadi narkotika cair.
BNN juga mengungkap penyelundupan etomidate dan sabu dalam bentuk cair. Perubahan bentuk tersebut dinilai menunjukkan bahwa sindikat terus mencari cara baru untuk menyamarkan narkotika sekaligus memperluas sasaran pengguna.
Suyudi menyoroti penggunaan vape sebagai salah satu celah baru peredaran narkotika, terutama karena perangkat tersebut secara kasatmata dapat menyerupai rokok elektrik biasa.
“Mereka seolah-olah sedang menggunakan rokok elektrik biasa, padahal di dalamnya terdapat narkotika cair yang kemudian digunakan melalui perangkat tersebut,” katanya.
BNN kemudian mendorong pelarangan penggunaan rokok elektrik secara total. Rekomendasi itu didasarkan pada pemeriksaan 1.745 sampel vape di laboratorium BNN, dengan 1.716 sampel terdeteksi mengandung narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS).
Temuan tersebut menjadi alasan BNN mendorong pengawasan lebih ketat, termasuk di lingkungan perusahaan.
Imbauan pelarangan rokok elektrik juga disampaikan BNN kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam sosialisasi perkembangan peredaran narkotika kepada pegawai perusahaan di Tangerang, Banten, 9 September 2026.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menegaskan perusahaan berkomitmen menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di lingkungan perusahaan,” tegas Glenny.
Sebagai bagian dari deteksi dini, para pegawai Garuda Indonesia juga menjalani tes urine setelah kegiatan sosialisasi.
Perkembangan narkotika cair dalam vape menunjukkan bahwa ancaman narkotika tidak lagi hanya berkaitan dengan jenis dan jalur penyelundupan, tetapi juga cara penggunaannya. Karena itu, BNN menilai kewaspadaan perlu diperkuat tidak hanya oleh aparat, tetapi juga lingkungan kerja dan masyarakat. (Rud)