Cegah Banjir dan Pencemaran, DLH Sukabumi Rutin Angkut Sampah dari Titik Rawan

Share

Katanews.com, SUKABUMI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkuat pengangkutan sampah dari sejumlah titik penumpukan sebagai langkah antisipasi banjir sekaligus mencegah pencemaran lingkungan di sekitar tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Langkah tersebut dilakukan karena tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi terbawa air hujan, masuk ke saluran drainase hingga menyumbat aliran air.

Selain meningkatkan risiko banjir, kondisi itu juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan di sekitar lokasi penumpukan sampah.

Melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Cibadak, DLH Kabupaten Sukabumi rutin menerjunkan petugas dan armada pengangkut sampah. Salah satunya dilakukan di wilayah Bojong, Kecamatan Cikembar.

Kepala Korwil Wilayah Cibadak, Ade Saepul, mengatakan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin sesuai jadwal untuk mencegah penumpukan di titik-titik rawan.

“Kami terus berupaya agar wilayah Cibadak dan sekitarnya tetap bersih. Pengangkutan sampah dilakukan sesuai jadwal agar tidak menumpuk di titik-titik rawan,” ujar Ade, Rabu (2/9/2026).

Sampah Menumpuk Bisa Perparah Risiko Banjir

Ade menjelaskan, pengangkutan sampah bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan dan estetika lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi gangguan terhadap sistem drainase.

Sampah yang menumpuk di sekitar TPS maupun titik pembuangan dapat terbawa air ketika hujan deras. Jika masuk ke saluran air, material tersebut berpotensi menyebabkan penyumbatan.

Kondisi itu dinilai dapat memperbesar risiko genangan hingga banjir, terutama ketika intensitas hujan tinggi.

“Langkah ini dinilai penting untuk mencegah saluran air tersumbat yang pada akhirnya dapat memperbesar risiko banjir, terutama saat hujan deras mengguyur,” terang Ade.

Karena itu, pengangkutan sampah Sukabumi terus dilakukan secara terjadwal, terutama pada lokasi yang memiliki potensi mengalami penumpukan.

Tekan Pencemaran di Sekitar TPS

Selain ancaman banjir, DLH juga berupaya mencegah dampak lingkungan akibat sampah yang terlalu lama menumpuk.

Tumpukan sampah berpotensi menimbulkan bau, menjadi sumber berkembangnya berbagai organisme pembawa penyakit serta mencemari tanah dan air di sekitarnya apabila tidak segera ditangani.

Pengangkutan secara berkala diharapkan dapat menjaga kondisi TPS dan titik penumpukan tetap terkendali.

Dengan demikian, fungsi TPS sebagai tempat penampungan sementara tidak berubah menjadi lokasi penumpukan sampah berkepanjangan yang berpotensi mengganggu lingkungan masyarakat.

DLH Ingatkan Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai

Ade menegaskan penanganan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan. Peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan tetap menjadi faktor penting.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai maupun saluran air.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke saluran air dapat berdampak langsung ketika hujan turun.

“Kami mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak menjadikan sungai maupun saluran air sebagai tempat pembuangan,” katanya.

Pengangkutan Sampah Harus Diikuti Kesadaran Warga

DLH Kabupaten Sukabumi berharap pengangkutan sampah yang dilakukan secara rutin dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat.

Ade menilai kolaborasi antara petugas dan warga diperlukan agar persoalan sampah tidak terus berulang.

“Iya tentunya kan bisa menjadi kebiasaan bersama, yang tujuannya kan kebersihan tetap terjaga,” tuturnya.

Dengan pengangkutan sampah yang terjadwal dan perilaku masyarakat yang lebih disiplin, penanganan sampah diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan kawasan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya preventif untuk mengurangi risiko banjir, mencegah pencemaran lingkungan di sekitar TPS, serta menjaga kualitas lingkungan permukiman di Kabupaten Sukabumi. (Adv, Las)

Terbaru