Sekolah Darurat Akibat Pergerakan Tanah Segera Dibangun, Sukabumi Dapat Rp154 Miliar untuk Revitalisasi Pendidikan

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Upaya pemerintah mempercepat pemenuhan layanan pendidikan di daerah terdampak bencana mulai menunjukkan perkembangan. Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan pembangunan sekaligus relokasi SDN Suradita akan direalisasikan pada 2026 setelah proses penyediaan lahan dinyatakan siap.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, usai bertemu Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, dalam kunjungannya ke Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026) lalu.

Dalam pertemuan itu, Deden juga memastikan Kabupaten Sukabumi memperoleh bantuan revitalisasi sekolah senilai Rp154 miliar pada 2026 sebagai bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

“Sudah kami laporkan juga ke Wakil Menteri, intinya kami siap bangun, mudah-mudahan di tahun ini (2026),” kata Deden Sumpena.

Menurut Deden, pembangunan SDN Suradita selama ini belum dapat dilaksanakan karena lokasi sekolah lama berada di kawasan zona merah pergerakan tanah, sehingga secara teknis tidak memungkinkan dibangun kembali demi menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

“Kemarin kendalanya masalah lahan. Di lokasi tersebut tidak mungkin bisa dibangun kembali karena sekolah tersebut terdampak bencana,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjut Deden, telah menyelesaikan proses pengadaan lahan baru untuk relokasi sekolah. Lokasi tersebut dirancang terintegrasi dengan kawasan relokasi warga terdampak bencana sehingga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah sudah melakukan proses pengadaan tanah untuk relokasi dan lokasinya terintegrasi dengan masyarakat yang juga direlokasi. Mohon doanya,” katanya.

Rencana pembangunan ini menjadi kabar yang dinantikan warga. Pasalnya, sejak Desember 2022, ratusan siswa SDN Suradita di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, menjalani proses belajar mengajar di bangunan sekolah darurat yang berdiri di atas lahan perkebunan.

Sekolah darurat berbahan bilik bambu tersebut digunakan setelah bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah tersebut.

Pemerintah menilai percepatan relokasi sekolah bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga memastikan keberlangsungan layanan pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas bagi peserta didik di wilayah rawan bencana.

Dengan dukungan anggaran revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat serta kesiapan lahan relokasi, pembangunan SDN Suradita diharapkan menjadi solusi permanen atas persoalan yang selama hampir empat tahun dihadapi siswa dan masyarakat setempat. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang tangguh terhadap bencana dan merata di seluruh daerah. (Adv, Zen)

Terbaru