Revitalisasi Kawasan Kumuh, Infrastruktur Jalan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Lokal Sukabumi

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Penanganan kawasan kumuh di daerah terus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat kualitas permukiman layak huni, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) merealisasikan pembangunan jalan lingkungan (jaling) di Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi.

Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Perbaikan jalan yang sebelumnya rusak dan sempit kini memberikan dampak nyata terhadap mobilitas warga dan konektivitas antarwilayah.

Akses yang lebih baik memungkinkan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar serta meningkatkan respons layanan darurat. Jalan lingkungan yang telah diperbaiki kini dapat dilalui kendaraan ambulans dan pemadam kebakaran, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses di kawasan padat penduduk.

Kepala Desa Karawang, Iwan Rusmawan Gardika, menegaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, aksesibilitas yang lebih baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berperan penting dalam aspek keselamatan warga.

“Kini akses untuk ambulans dan pemadam kebakaran jauh lebih mudah. Ini sangat penting bagi kawasan padat seperti kami,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Bupati Sukabumi Asep Japar, Disperkim, serta seluruh pihak yang terlibat dalam realisasi pembangunan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Disperkim, Dewa Samsul Iskandar, menekankan bahwa penataan kawasan ini merupakan bagian dari pendekatan terpadu dalam pemberdayaan masyarakat. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu mengubah wajah kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan produktif.

“Pembangunan ini tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya berkelanjutan,” katanya.

Secara lebih luas, langkah yang dilakukan di Sukabumi mencerminkan arah kebijakan nasional dalam pengentasan kawasan kumuh melalui peningkatan infrastruktur dasar. Jalan lingkungan yang layak tidak hanya memperbaiki akses, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesehatan lingkungan, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, transformasi kawasan kumuh diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan dan menjadi model penataan permukiman di berbagai daerah di Indonesia. (Adv, Zen)

Terbaru