Ruang Kelas PAUD Rusak Parah, Orang Tua Waswas, Disdik Sukabumi Siapkan Usulan Perbaikan

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Kondisi ruang kelas PAUD SPS Nusa Mulya di Kampung Culimus RT 003/001, Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kian memprihatinkan. Kerusakan parah pada bagian atap bangunan memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan anak-anak saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, atap ruang kelas tersebut tampak lapuk dan rapuh. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, terutama saat hujan deras yang belakangan kerap mengguyur wilayah tersebut.

Salah seorang wali murid, Awal Budi Wibowo (40), mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut telah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan.

“Informasi dari guru, kerusakan sudah lama, sudah berbulan-bulan. Atapnya sudah lapuk dan rusak parah. Apalagi sekarang sering hujan, kami sangat khawatir,” ujar Awal, Senin (13/4/2026).

Ia mengaku merasa waswas setiap kali anaknya mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas tersebut. Kekhawatiran akan kemungkinan atap roboh menjadi beban tersendiri bagi para orang tua.

“Pasti sebagai orang tua waswas. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini kan menyangkut keselamatan anak-anak,” tambahnya.

Awal juga menyebutkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan permohonan perbaikan kepada dinas terkait. Namun, hingga saat ini realisasi perbaikan belum terlihat, sehingga kondisi bangunan semakin mengkhawatirkan.

“Katanya sudah diajukan, tapi responsnya masih lambat. Harapan kami pemerintah Kabupaten Sukabumi dan dinas terkait bisa segera memperhatikan kondisi sekolah ini,” tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa kerusakan ruang kelas PAUD SPS Nusa Mulya telah menjadi perhatian dan masuk dalam rencana penanganan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan bahwa perbaikan akan diupayakan melalui skema program prioritas pembangunan.

“Diprogramkan intervensi dan dimasukan usulan prioritas. Keterbatasan anggaran, kita coba diusulkan program Kemendikdasmen dan bantuan provinsi,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan penanganan. Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar perbaikan dapat segera direalisasikan melalui dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan keamanan lingkungan belajar, mengingat kondisi bangunan yang rusak berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik. (Zen)

Terbaru