Sinergi Darurat Tangani Jalan Amblas di Sukabumi, Beban Proyek Disorot

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Amblasnya jalan kabupaten di Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara percepatan pembangunan infrastruktur nasional dan ketahanan jalan daerah. Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada mobilitas lokal, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap dampak aktivitas proyek strategis terhadap lingkungan sekitar.

Jalur alternatif Karangtengah–Nagrak yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga kini terganggu setelah sebagian badan jalan mengalami kerusakan parah. Amblasnya ruas jalan tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026), sekitar pukul 18.30 WIB, dipicu kombinasi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cibadak, Heri Hermawan, memastikan bahwa penanganan kerusakan tengah dipercepat melalui koordinasi lintas pihak. Ia menyebut, keterlibatan PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek pembangunan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) menjadi bagian dari upaya percepatan perbaikan, mengingat jalur tersebut terdampak aktivitas kendaraan proyek.

“Perbaikan ini ditindaklanjuti oleh pihak Waskita sebagai bentuk tanggung jawab bersama, karena jalur tersebut terdampak kendaraan pembangunan tol. Responsnya cukup cepat,” ujar Heri, Selasa (5/5/2026).

Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian tepi jalan dengan panjang sekitar 15 meter dan kedalaman mencapai lima meter. Kondisi tersebut disebabkan terkikisnya pondasi jalan, sehingga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Penanganan darurat pun segera dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Pusdalops, perangkat desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparat TNI-Polri, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat setempat. Langkah cepat yang diambil meliputi pemasangan rambu peringatan, penutupan sebagian badan jalan, serta penerapan sistem buka-tutup arus lalu lintas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ini mempertegas urgensi pengawasan terhadap dampak pembangunan proyek strategis nasional di daerah. Selain percepatan pembangunan, aspek keberlanjutan infrastruktur lokal dan keselamatan masyarakat menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan perbaikan berjalan optimal, sekaligus merumuskan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Las)

Terbaru