Sukabumi Catat Rekor Produksi Padi, Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional

Share

Katanews.com, SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat lonjakan produksi pangan pada 2025 dan menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional. Data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan produksi padi daerah ini mencapai 1.077.867 ton, atau 119,82 persen dari target yang ditetapkan sebesar 899.599 ton.

Selain itu, luas panen juga mencapai 185.661 hektare, atau 114,36 persen dari target swasembada pangan yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian Sukabumi mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Capaian produksi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sukabumi mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami terus memperkuat program strategis agar produksi pangan tetap berkelanjutan dan petani semakin sejahtera,” kata Aep, Senin (9/3/2026).

Selain produksi padi, komoditas jagung juga mengalami peningkatan. Produksi jagung di Kabupaten Sukabumi tercatat mencapai 133.144 ton, atau 127,42 persen dari target yang telah ditetapkan.

Menurut Aep, peningkatan produksi tersebut didorong oleh berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah daerah, termasuk modernisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan infrastruktur irigasi, serta pendampingan intensif kepada petani.

Pemerintah daerah juga mendorong perluasan areal tanam dan optimalisasi lahan pertanian. Program lain yang dijalankan adalah pembentukan Brigade Pangan yang bertugas mempercepat proses tanam di tingkat petani serta memperkuat percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di sejumlah sentra pertanian.

Capaian sektor pertanian Sukabumi juga tercermin dari produksi jagung pipil kering. Pada 2025, Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai daerah dengan peningkatan produksi jagung pipil kering tertinggi di Jawa Barat dengan total produksi mencapai 207.804 ton.

Aep menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani di lapangan.

“Prestasi ini merupakan kerja bersama seluruh jajaran pertanian, mulai dari penyuluh, UPTD hingga petani sebagai garda terdepan produksi pangan. Kami akan terus menjaga momentum ini agar Sukabumi tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama di Indonesia,” ujarnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menargetkan peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, serta penguatan sistem irigasi dan mekanisasi pertanian.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani serta menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. (Adv, Rud)

Terbaru