Katanews.com, JAKARTA – Universitas Indonesia menjalin kerja sama internasional dengan Shanghai Cangyou Culture Co., Ltd. melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai langkah memperkuat posisi dalam jejaring pendidikan tinggi global.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UI Heri Hermansyah dan Komisaris Utama Shanghai Cangyou, Chen Zhilong. Kesepakatan ini menjadi pijakan awal untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Tiongkok.
Rektor UI Heri Hermansyah menyatakan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan sektor pendidikan, tetapi juga diarahkan untuk memperluas kolaborasi lintas bidang serta memperdalam pemahaman budaya kedua negara.
Dalam implementasinya, kedua pihak akan mengembangkan berbagai program terintegrasi, termasuk penyusunan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar, serta sistem sertifikasi untuk pelatihan mahasiswa, profesional industri, hingga aparatur pemerintah di Tiongkok.
Selain itu, UI juga akan memperluas akses pendidikan melalui kursus daring, program terbuka, dan mikrosertifikat bagi peserta didik di Tiongkok, termasuk penjajakan skema transfer kredit akademik.
Di sektor industri kreatif, kerja sama ini mencakup pembangunan platform global melalui penyelenggaraan “Kompetisi Internasional Seni dan Kreativitas Digital Indonesia–China”. Program tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi talenta muda dalam inovasi dan pengembangan jejaring internasional.
Chen Zhilong menilai kemitraan ini sebagai peluang strategis untuk menghubungkan ekosistem pendidikan dan industri kreatif kedua negara. Ia menyebut UI sebagai mitra penting dalam pengembangan talenta global, khususnya di bidang animasi dan gim.
Sebagai bagian dari kerja sama, Shanghai Cangyou akan berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, termasuk membuka peluang bagi mahasiswa Tiongkok untuk menempuh pendidikan degree maupun nondegree di UI.
Kolaborasi ini juga akan diperkuat melalui pertukaran akademisi dan riset bersama, serta peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen melalui kuliah umum, lokakarya, hingga pameran seni yang melibatkan institusi dari kedua negara.
Ke depan, kemitraan tersebut juga mencakup pelatihan dan konsultasi bagi pihak Tiongkok yang ingin memasuki pasar Indonesia, termasuk dalam aspek ketenagakerjaan, riset konsumen, dan hubungan kelembagaan dengan pemerintah.
Untuk memastikan keberlanjutan kerja sama, kedua pihak akan membangun mekanisme komunikasi jangka panjang melalui pembentukan kantor perwakilan bersama.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi UI dalam memperkuat peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan global, khususnya di sektor industri kreatif digital, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan inovasi di tingkat internasional. (Ded)