Katanews.com, Teheran – Gelombang protes besar terus mengguncang Iran sejak awal Januari 2026. Aktivis anti-pemerintah dilaporkan turun ke jalan di berbagai kota, menuntut reformasi politik dan kebebasan sipil lebih luas.
Kronologi menunjukkan demonstran berusaha menguasai pusat kota dan meneriakkan slogan “Death to Khamenei,” menandakan eskalasi tinggi dalam ketegangan antara warga dan aparat keamanan.
Pemerintah memberlakukan pemadaman internet nasional yang sangat luas, membatasi akses komunikasi online di banyak wilayah termasuk Tehran dan kotakota besar lainnya, serta menghambat dokumentasi langsung kejadian nyata di lapangan.
Organisasi internasional dan pegiat HAM memperingatkan bahwa blackout ini memperuncing isolasi warga dan berpotensi memperbesar pelanggaran hak asasi manusia selama aksi berlangsung.
Situasi ini terus menjadi perhatian global dan dikaitkan dengan dampak geopolitik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Zen)