Katanews.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Kurikulum Nasional Adaptif 2026, yang dirancang untuk memperkuat literasi dasar, numerasi, keterampilan digital, serta karakter pelajar, sebagai respons terhadap tantangan global dan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Menteri Pendidikan menyatakan kurikulum baru ini menekankan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi, penguatan soft skills, serta fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan dengan konteks daerah masing-masing.
“Kurikulum ini memberi ruang inovasi bagi guru dan sekolah, sekaligus memastikan siswa memiliki kompetensi relevan dengan perkembangan zaman,” kata Menteri dalam konferensi pers di Jakarta.
Implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2026/2027, dengan dukungan pelatihan guru, pengembangan modul ajar digital, serta penyediaan platform pembelajaran nasional yang terintegrasi.
Pakar pendidikan menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, selama disertai dengan pendampingan guru, pemerataan infrastruktur, dan evaluasi berkelanjutan agar tidak menimbulkan kesenjangan antarwilayah. (Ded)