Efisiensi Anggaran Jalan 2026, DPU Sukabumi Andalkan Hotmix

Share

Katanews.com, Sukabumi – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026. Strategi utama yang diterapkan adalah optimalisasi anggaran melalui metode pengaspalan hotmix, guna menjangkau lebih banyak ruas jalan yang membutuhkan perbaikan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak, sekaligus sebagai upaya meningkatkan efektivitas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menjelaskan bahwa pemilihan hotmix didasarkan pada pertimbangan efisiensi biaya dan perluasan cakupan pembangunan.

“Perbaikan jalan tahun ini didominasi oleh metode hotmix karena biaya pengecoran relatif lebih tinggi, bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Dengan hotmix, kami dapat memperbaiki ruas jalan lebih panjang dan menjangkau lebih banyak wilayah,” ujar Uus, Rabu (21/1/2026).

Hotmix Dinilai Efektif Perluas Jangkauan Pembangunan

Menurut DPU Sukabumi, metode hotmix memungkinkan pemerintah daerah memaksimalkan volume pekerjaan jalan dengan anggaran yang tersedia. Dengan strategi ini, sejumlah ruas jalan di berbagai kecamatan dapat tertangani secara merata, termasuk wilayah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat.

Pendekatan ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pengecoran Tetap Digunakan untuk Ruas Prioritas

Meski hotmix menjadi metode dominan, DPU Sukabumi tetap menerapkan pengecoran beton pada ruas-ruas tertentu yang memiliki karakteristik khusus. Teknik ini diprioritaskan untuk jalur yang kerap dilalui kendaraan berat, kawasan industri, serta wilayah dengan kondisi tanah yang membutuhkan kekuatan struktur ekstra.

Uus Firdaus mengakui bahwa dari sisi ketahanan jangka panjang, jalan beton memiliki durabilitas lebih tinggi, namun tetap diperlukan keseimbangan antara kekuatan konstruksi dan luas cakupan pelayanan.

“Pengecoran tetap dilakukan pada ruas prioritas yang membutuhkan daya tahan lebih kuat. Kebijakan ini diambil agar pembangunan jalan tetap merata tanpa mengabaikan aspek kualitas dan ketahanan,” tambahnya.

Fokus pada Aksesibilitas dan Pemerataan Infrastruktur

Melalui strategi kombinasi antara hotmix dan pengecoran, DPU Kabupaten Sukabumi menargetkan peningkatan aksesibilitas masyarakat hingga ke wilayah pelosok. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat layanan infrastruktur publik yang berkelanjutan, efisien, dan berdampak luas bagi masyarakat. (Las)

Terbaru