Rupiah Tertekan ke Level Terlemah Sejak 2020, BI Siapkan Langkah Stabilisasi

Share

Katanews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan hingga Jumat (30/1/2026), menyentuh level terlemah sejak pandemi 2020.

Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar global, ketidakpastian ekonomi internasional, serta arus keluar modal asing dari pasar domestik.

Bank Indonesia (BI) merespons dengan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valas, pasar obligasi, serta optimalisasi instrumen moneter. BI juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi nasional.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa tekanan rupiah bersifat global dan bukan hanya faktor domestik.

“Kami memastikan volatilitas tetap terkendali dan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” ujarnya dalam konferensi pers.

Sementara itu, pelaku usaha mengkhawatirkan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor dan harga barang konsumsi. Sejumlah sektor industri mulai melakukan penyesuaian strategi guna menjaga stabilitas operasional.

Analis ekonomi menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga kepercayaan pasar. “Langkah stabilisasi harus diiringi kebijakan struktural agar daya tahan ekonomi tetap kuat,” kata seorang ekonom senior. (Han)

Terbaru