Katanews.com, Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempercepat realisasi pembangunan kawasan relokasi baru bagi penyintas bencana pergerakan tanah di Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu. Percepatan ini ditandai dengan dimulainya pengerjaan cut and fill di lahan seluas sekitar 5 hektare yang akan menjadi cikal-bakal Kampung Mubarakah.
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan pengerahan alat berat merupakan tindak lanjut dari sosialisasi relokasi yang telah dilakukan bersama warga terdampak. Tahap pertama pengerjaan lahan dilakukan sejak awal Februari 2026 dengan target agar pembangunan rumah segera berjalan setelah lahan siap.
Kawasan relokasi ini direncanakan menampung 100 kepala keluarga (KK) penyintas pergerakan tanah yang rumahnya hancur atau tak layak huni pascabanjir dan pergerakan tanah di akhir tahun lalu. Setiap unit hunian dirancang sebagai Rumah Sakinah dengan luas bangunan 5×6 meter dan fasilitas dasar seperti dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Pembangunan hunian dilakukan dengan skema gotong royong melalui lelang kebaikan, melibatkan pendanaan dari Pemkab Sukabumi, perusahaan swasta, dan lembaga masyarakat seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Meski sumber pendanaan belum sepenuhnya terpenuhi, proses pembangunan dipercepat secara bertahap.
Menurut Sendi, prinsip pengerjaan adalah “begitu satu blok lahan siap, langsung dibangun rumah”, sehingga tidak menunggu seluruh lahan selesai diratakan. Ia menekankan bahwa rumah relokasi ini hanya diperuntukkan bagi kepala keluarga yang telah terdata sebagai penyintas dan tidak boleh diperjualbelikan.
Sebelumnya, Disperkim Kabupaten Sukabumi juga telah melakukan survei lokasi calon lahan relokasi di Desa Cikadu dan Pasirsuren untuk memastikan keamanan serta kelayakan hunian baru pascabanjir besar dan pergerakan tanah yang melanda kawasan itu.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, sekaligus memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Lokasi baru yang dinamai Kampung Mubarakah diharapkan mampu menjadi hunian aman dan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak. (Dd)