Katanews.com, Singkawang — Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menargetkan satu juta kunjungan wisatawan pada perhelatan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 yang puncaknya akan berlangsung pada 3 Maret 2026. Target tersebut dipatok seiring tren peningkatan kunjungan dalam tiga tahun terakhir.
Dilansir dari ANTARA, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan capaian kunjungan wisata menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2023 tercatat 606.663 kunjungan. Tahun 2024 jumlahnya menurun menjadi 305.496 kunjungan karena bertepatan dengan Pemilihan Presiden dan pelaksanaan Cap Go Meh dalam skala terbatas. Sementara pada 2025, kunjungan kembali melonjak menjadi 702.056 orang.
“Berdasarkan tren kenaikan dari 2023 ke 2025, potensi lonjakan kunjungan pada 2026 cukup besar,” kata Tjhai dalam jumpa media di Singkawang, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, target satu juta kunjungan bukan sekadar angka, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan toleransi. Festival Cap Go Meh yang menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek di kota tersebut telah dikenal secara nasional dan rutin menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, khususnya sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhlis, mengungkapkan sejumlah hotel mulai penuh dipesan menjelang puncak acara. Dari total 47 hotel yang tersedia di Singkawang, beberapa di antaranya telah mencatat okupansi penuh, seperti Swiss-Belinn Singkawang, Hotel Mahkota Singkawang, Hotel Sentosa Singkawang, Hotel Hongkong Inn Singkawang, Hotel Cyndhai Singkawang, Hotel City Room Singkawang, dan Bobo Inn Singkawang.
“Kami perkirakan tingkat okupansi akan terus meningkat mendekati puncak perayaan pada 3 Maret,” ujar Mokhlis.
Pemerintah Kota Singkawang optimistis dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, penyelenggaraan Cap Go Meh 2026 dapat berjalan lancar sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Momentum tahunan tersebut dinilai konsisten menjadi penggerak utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. (Han)