Bali Siap Jadi Destinasi Sport Tourism, Koster: Potensi Besar Harus Dikelola Serius

Share

Katanews.com, BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster, mendorong pengembangan olahraga sebagai bagian integral dari sektor pariwisata di Pulau Dewata. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kelas dunia, tidak hanya dalam wisata alam dan budaya, tetapi juga pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali yang berlangsung di Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (23/3/2026).

Menurut Koster, olahraga memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas fisik, karena juga dapat menjadi daya tarik wisata yang berkualitas dan berdaya saing global.

“Olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pariwisata. Bali sangat potensial mengelola olahraga menjadi event pariwisata berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, tren wisata saat ini menunjukkan bahwa banyak wisatawan datang ke Bali tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mengikuti maupun menyaksikan berbagai ajang olahraga.

Meski memiliki potensi besar, Koster menilai pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor olahraga masih belum optimal. Hal ini tercermin dari capaian prestasi Bali dalam ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), yang dinilai belum memuaskan.

Pada PON Papua, Bali berada di posisi lima besar, sementara pada PON Aceh-Sumatera Utara menempati peringkat tujuh.

“Posisi lima itu biasa saja, jangan terlalu dibanggakan. Kalau kita serius dan bekerja maksimal, kita bisa lebih dari itu,” kata Koster.

Ia mengakui, pengembangan olahraga sempat terhambat selama periode pertama kepemimpinannya akibat pandemi COVID-19. Namun, pada periode kedua, Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk mendorong penguatan sektor olahraga secara lebih terarah.

Koster menekankan pentingnya fokus pada cabang olahraga yang sesuai dengan karakter dan potensi lokal, seperti pencak silat dan karate.

“Kita harus realistis, tidak semua cabang kita unggul. Tapi untuk silat dan karate, kita punya kekuatan. Fokus di situ dulu,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Bali akan memperkuat ekosistem olahraga melalui pembibitan atlet, peningkatan kualitas organisasi, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Selama ini, menurut Koster, banyak prestasi atlet yang diraih secara alami tanpa sistem pembinaan yang terstruktur.

“Pembibitan belum optimal, banyak yang berhasil karena faktor natural, bukan sistem. Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah akan menyiapkan skema pendanaan yang lebih kuat, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Koster juga meminta KONI Bali meningkatkan kinerja organisasi dan memperkuat konsolidasi internal melalui forum Musorprov.

“Saya tidak punya kepentingan apa-apa, kepentingan saya hanya satu, bagaimana olahraga Bali bisa lebih baik dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Koster.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pengembangan olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata berbasis olahraga. (Rud)

Terbaru