Katanews.com, SUKABUMI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkuat pengawasan terhadap lingkungan sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Pencegahan perundungan atau bullying menjadi salah satu isu penting dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, memimpin kunjungan kerja sekaligus pembinaan di wilayah Kecamatan Warungkiara, belum lama ini. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan pembelajaran, menyerap aspirasi tenaga pendidik, serta memperkuat budaya positif di satuan pendidikan.
“Kunjungan kemarin menjadi sarana untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, memperkuat budaya positif di sekolah,” ujar Deden, Selasa (6/10/2026).
Menurut Deden, pengawasan langsung diperlukan agar sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan.
Pencegahan Perundungan Menjadi Agenda Strategis
Deden menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Praktik perundungan, diskriminasi, dan tindakan yang merendahkan martabat siswa tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, menyenangkan, dan mendukung setiap anak untuk belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi terbaiknya,” tegasnya.
Isu ini menjadi penting karena kualitas pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik dan prestasi siswa. Rasa aman, kesehatan hubungan sosial, serta perlindungan terhadap hak anak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.
Karena itu, pembinaan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran. Sekolah diharapkan mampu membangun budaya saling menghormati sekaligus mencegah munculnya perilaku kekerasan di antara peserta didik.
Disdik Dorong Keterlibatan Orang Tua
Selain pengawasan di lingkungan sekolah, Disdik Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam membangun sistem perlindungan anak.
Menurut Deden, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah perundungan maupun menangani persoalan perilaku siswa. Komunikasi antara guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat diperlukan untuk mengenali potensi masalah sejak dini.
“Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, kita wujudkan lingkungan pendidikan yang menghargai, melindungi, dan memuliakan setiap anak,” katanya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap perilaku siswa, membuka ruang komunikasi yang sehat, serta membantu sekolah merespons persoalan secara tepat.
Pengawasan Perlu Diikuti Langkah Nyata
Upaya membangun sekolah ramah anak membutuhkan pengawasan yang berkelanjutan, bukan sekadar kunjungan atau pembinaan sesaat. Konsistensi pelaksanaan aturan, keterbukaan terhadap laporan, serta respons yang tepat terhadap dugaan kekerasan menjadi bagian penting dalam memastikan perlindungan siswa berjalan efektif.
Deden mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk membudayakan sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama.
“Mari bersama membangun budaya saling menghormati, saling peduli, dan saling menjaga demi terciptanya pendidikan yang berkualitas menuju Sukabumi yang Mubarokah,” pungkasnya.
Disdik Kabupaten Sukabumi menyatakan pembinaan karakter akan terus dilakukan secara konsisten di berbagai kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat lingkungan belajar yang aman, mendukung perkembangan potensi anak, serta meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
Ke depan, keberhasilan mewujudkan sekolah ramah anak tidak hanya ditentukan oleh komitmen yang disampaikan, tetapi juga oleh konsistensi pengawasan dan tindak lanjut di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, setiap siswa dapat memperoleh hak belajar dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan. (Adv, Han)