Katanews.com, SUKABUMI — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua tenaga pendidik daerah, Adila Irawan dan Rahayu Utami, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah meraih Gold Medal (Grand Prize) dalam ajang International Mathematics and Science Creativity Competition (IMSCC) 2026 di Korea Selatan.
Keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi internasional. Lebih dari itu, prestasi keduanya menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi yang tumbuh dari lingkungan pendidikan daerah mampu bersaing serta mendapatkan pengakuan di tingkat global.
Melalui inovasi pendidikan bertajuk SMART HANJELI, Adila dan Rahayu berhasil menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan gagasan kreatif yang membawa perubahan bagi dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keberhasilan kedua guru tersebut.
Menurutnya, capaian ini menjadi gambaran bahwa tenaga pendidik di Kabupaten Sukabumi memiliki kompetensi, kreativitas, serta daya saing yang tidak kalah dengan pendidik dari berbagai negara.
“Kami tentunya sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Ibu Adila Irawan dan Ibu Rahayu Utami. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi,” kata Deden, Rabu (4/11/2026).
Deden menilai, keberhasilan tersebut harus menjadi energi positif bagi para guru lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan berani menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.
Baginya, prestasi internasional tidak seharusnya hanya menjadi kebanggaan bagi dua individu, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya berprestasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Sukabumi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu melahirkan inovasi dan gagasan kreatif yang memberikan manfaat luas. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan di tingkat internasional bukanlah garis akhir. Justru, penghargaan tersebut harus menjadi titik awal untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Jangan cepat berpuas diri. Terus berkarya, berinovasi, dan jadikan prestasi ini sebagai langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Semoga ke depan semakin banyak guru dan peserta didik Kabupaten Sukabumi yang mampu mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Inovasi Guru Daerah, Inspirasi untuk Pendidikan Indonesia
Prestasi Adila Irawan dan Rahayu Utami memberikan pesan penting bahwa kesempatan untuk berkontribusi bagi dunia pendidikan tidak dibatasi oleh letak geografis maupun asal daerah.
Dari Kabupaten Sukabumi, keduanya membuktikan bahwa gagasan kreatif yang dikembangkan dengan kesungguhan dapat melangkah jauh hingga panggung kompetisi internasional.
Capaian Gold Medal (Grand Prize) IMSCC 2026 di Korea Selatan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pendidik untuk terus melakukan pembaruan metode pembelajaran, meningkatkan kompetensi, dan melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Sebab, kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan kurikulum, tetapi juga oleh keberanian para guru untuk berpikir kreatif, menciptakan terobosan, dan memberikan kontribusi nyata.
Prestasi dua guru Sukabumi ini sekaligus menegaskan bahwa guru daerah mampu menjadi bagian dari perubahan pendidikan dunia. Dari ruang kelas di daerah, inspirasi dapat tumbuh dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional. (Adv, Las)