Jakarta – Inisiatif “Sekolah Tanpa Kertas” mulai digulirkan di beberapa sekolah di Indonesia sebagai bagian dari adaptasi era digital dalam pendidikan.
Pendekatan ini tidak hanya menggantikan buku kertas dengan perangkat digital, tetapi juga merombak manajemen sekolah secara keseluruhan — dari administrasi, distribusi materi belajar, sampai komunikasi guru-siswa.
Para pendukung mengatakan bahwa transformasi ini dapat menghemat biaya jangka panjang, mempermudah akses pembelajaran, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan digital masa depan.
Namun di sisi lain, muncul pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur: apakah akses internet, perangkat, dan pelatihan guru sudah merata di seluruh Indonesia — terutama di daerah terpencil. (Rud)