Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga, Fokus Stabilisasi Rupiah

Share

Jakarta — Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate sebesar 4,75% pada rapat Desember, menegaskan fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. Keputusan tersebut menegaskan sikap hati-hati bank sentral sambil membuka kemungkinan pelonggaran di 2026 jika kondisi mendukung.

Gubernur BI menyebut inflasi berada dalam kisaran target dan ruang untuk dukungan moneter masih ada, tetapi volatilitas rupiah menjadi faktor penahan untuk langkah pelonggaran lebih lanjut. Kebijakan ini diambil bersamaan dengan upaya memperkuat likuiditas pasar dan mendorong penurunan suku bunga kredit.

Analis pasar memperkirakan pasar valuta bereaksi moderat terhadap keputusan tersebut, sementara pemerintah disebut berupaya memperbesar pasokan dolar domestik lewat perubahan aturan pemanfaatan hasil ekspor untuk meredam tekanan nilai tukar. Pelaku usaha diminta mencermati sinyal kebijakan jelang 2026.

Keputusan BI ini menjadi sorotan utama pesan ekonomi akhir tahun karena berdampak pada kredit, inflasi, dan stabilitas makro menjelang proyeksi pertumbuhan 2026. (Rud)

Terbaru