Katanews.com, SUKABUMI — Sekitar 46 ribu anak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga September 2026. Meski jumlahnya turun sekitar 10 ribu dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 56 ribu anak, persoalan ekonomi keluarga masih menjadi tantangan dalam pemenuhan hak pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan bahwa kelompok usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendominasi data ATS. Hasil pemetaan pemerintah daerah menunjukkan, sebagian anak meninggalkan bangku sekolah bukan semata-mata karena keterbatasan fasilitas pendidikan, melainkan karena tekanan ekonomi yang membuat mereka harus ikut mencari nafkah.
“Sudah kita petakan faktor utamanya adalah ekonomi, seperti anak yang diajak orang tua bekerja di sawah atau berdagang, serta masih minimnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan,” ujar Deden, Sabtu (10/10/2026)
Persoalan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Sukabumi memperlihatkan bahwa akses pendidikan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan gedung sekolah dan fasilitas belajar. Kondisi sosial ekonomi keluarga turut menentukan apakah anak dapat bertahan menempuh pendidikan hingga selesai.
Menurut Deden, sebagian anak yang masuk dalam pendataan ATS sebelumnya merupakan siswa aktif di sekolah masing-masing.
“Mereka terpaksa berhenti di tengah jalan karena keluarga menghadapi tekanan finansial,” ujarnya.
Anak-anak tersebut, lanjut Deden, kemudian dilibatkan dalam pekerjaan orang tua, terutama di sektor pertanian dan perdagangan lokal. Situasi ini membuat pendidikan berhadapan langsung dengan kebutuhan ekonomi rumah tangga yang harus dipenuhi sehari-hari.
“Kondisi tersebut membuat upaya mengembalikan anak ke sekolah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi keluarga,” tegas Deden.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak yang kembali masuk sekolah tetap berisiko putus pendidikan apabila persoalan mendasar di lingkungan keluarganya belum tertangani.
Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, jumlah ATS turun dari sekitar 56 ribu menjadi 46 ribu anak hingga September 2026. Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan.
“Besarnya jumlah anak yang masih berada dalam kategori ATS menunjukkan bahwa upaya penanganan belum selesai. Kami perlu memastikan penurunan angka tersebut diikuti pemulihan akses pendidikan yang berkelanjutan,” terangnya.
Deden mengingatkan, agar seluruh pemangku kepentingan tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.
“Iya, tapi angka tersebut masih menjadi tantangan besar bagi Pemkab Sukabumi dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” tandasnya. (Adv, Ded)