Katanews.com, DUBAI – Kebakaran dilaporkan terjadi di area dekat Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026). Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan insiden drone yang memicu kebakaran pada salah satu fasilitas penyimpanan bahan bakar di kawasan tersebut.
Melalui pernyataan resmi, Dubai Media Office menyampaikan bahwa otoritas setempat segera mengambil langkah-langkah darurat guna memastikan keselamatan masyarakat dan pengguna bandara.
“Semua tindakan yang diperlukan sedang diambil untuk memastikan keselamatan semua orang,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari laporan Al Jazeera Media Network, Senin.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut mengenai sebuah tangki bahan bakar yang berada di area sekitar bandara. Tim pemadam dari Dubai Civil Defence segera dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke fasilitas lain di kawasan bandara yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia itu.
“Tim Pertahanan Sipil terus berupaya untuk mengendalikan kebakaran,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut. Sementara itu, penyelidikan mengenai asal-usul drone yang diduga memicu kebakaran masih berlangsung.
Terjadi di Tengah Ketegangan Regional
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam dinamika ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Laporan dari CNN menyebutkan bahwa pihak Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengklaim telah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone yang ditujukan ke target Amerika Serikat dan Israel sejak konflik tersebut meningkat.
Pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram itu tidak merinci waktu peluncuran, lokasi target, maupun tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangan yang diklaim tersebut.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan langsung insiden kebakaran di sekitar Bandara Internasional Dubai dengan klaim serangan dari pihak mana pun. Otoritas Uni Emirat Arab masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Ani)