Rekap Bencana 2025: BPBD Sukabumi Laporkan Ribuan Rumah Terdampak

Share

Katanews.com, Sukabumi — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat 1.176 kejadian bencana terjadi sepanjang tahun 2025. Data tersebut dihimpun melalui rekapitulasi dan verifikasi lapangan di seluruh wilayah kabupaten.

Bencana yang terjadi berdampak luas terhadap keselamatan warga, permukiman, serta infrastruktur publik. BPBD melaporkan adanya korban jiwa, kerusakan rumah, dan gangguan fasilitas umum akibat rangkaian kejadian tersebut.

Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman utama. Tanah longsor dan angin kencang tercatat sebagai jenis bencana paling dominan sepanjang 2025.

Secara rinci, BPBD mencatat 536 kejadian tanah longsor, 360 angin kencang, 236 banjir, 35 pergerakan tanah, dan 9 gempa bumi. Kejadian tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan dengan tingkat kerawanan yang berbeda.

Dari sisi kemanusiaan, bencana menyebabkan 7 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 14 orang luka-luka. Korban meninggal berasal dari Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Bojonggenteng.

Sementara itu, tiga warga yang masih dinyatakan hilang merupakan korban longsor di Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, yang terjadi pada Maret 2025. Hingga akhir tahun, proses pencarian belum membuahkan hasil.

Kerugian materiil tercatat cukup besar. BPBD melaporkan 5.776 unit rumah terdampak, dengan rincian 727 rusak berat, 1.605 rusak sedang, dan 3.444 rusak ringan. Selain itu, 461 rumah berada dalam kondisi terancam.

Jumlah warga terdampak mencapai 8.189 kepala keluarga atau sekitar 19.840 jiwa. Adapun warga yang masuk kategori terancam tercatat 686 kepala keluarga atau 1.925 jiwa.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan infrastruktur strategis. BPBD mencatat 80 tempat ibadah, 26 sarana pendidikan, dan 30 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Pada sektor infrastruktur, bencana merusak 55 jembatan, 108 tembok penahan tanah, 29 saluran irigasi, serta 140 titik akses jalan. Dampak ini mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Sektor pertanian turut terdampak dengan kerusakan lahan seluas 222 hektare. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap produktivitas pertanian dan ketahanan pangan lokal.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Kesiapsiagaan dinilai penting di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

BPBD menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pemantauan, penanganan darurat, serta edukasi kebencanaan guna menekan risiko bencana secara berkelanjutan. (Ani)

Terbaru